Gresik, blok-a.com – Ada yang berbeda dalam tradisi Sedekah Bumi Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas, Gresik, tahun ini. Puluhan anak-anak terlihat antusias berebut gunungan hasil bumi dalam acara yang digelar pada Minggu (18/5/2025) tersebut.
Biasanya, rebutan gunungan identik dengan orang dewasa. Namun kali ini, justru anak-anak yang mendominasi dan membuat suasana menjadi lebih riuh.
Mereka sudah bersiap sejak pagi dan langsung menyerbu begitu gunungan diletakkan, hingga panitia sempat kewalahan menjaga agar isi gunungan tidak habis sebelum waktunya.
“Senang sekali, bisa rebutan gunungan sama teman-teman. Ini saya dapat banyak, satu kresek penuh!” celetuk Audri, bocah asal Kedanyang sambil tertawa lepas.
Audri mengaku akan menggunakan hasil rebutannya untuk makan bersama teman-temannya.
“Buat rujak-an rame-rame. Enak banget,” tambahnya sambil menunjukkan isi kantong plastik yang dibawanya.
Gunungan yang diperebutkan berisi aneka hasil bumi dari warga, mulai dari sayuran segar hingga buah-buahan. Seluruh isi gunungan merupakan simbol rasa syukur warga atas rezeki yang diperoleh dari pertanian dan pertambakan, dua sektor utama mata pencaharian di Desa Kedanyang.
Kepala Desa Kedanyang, Ahmad Mustofa, menjelaskan bahwa tradisi ini memang rutin digelar setiap tahun sebagai bentuk ungkapan syukur masyarakat terhadap hasil bumi.
“Sedekah bumi ini adalah cara warga kami bersyukur. Kita mayoritas petani dan petambak. Jadi hasil bumi ini yang jadi simbol, lalu kita buat gunungan dan dibagikan, termasuk direbut anak-anak seperti tadi,” ujarnya.
Mustofa berharap, lewat tradisi sedekah bumi ini, warga Kedanyang mendapat berkah dan hasil panen yang melimpah.
“Semoga pertanian dan pertambakan di sini terus diberi rejeki oleh Allah,” pungkasnya.(ivn/lio)




