Jemaah Masih Ramaikan Masjid Nurul Huda Malang Hingga Pertengahan Ramadan, Ini Kegiatannya

Tampak depan Masjid Nurul Huda, Tlogomas, Kota Malang (Mahasiswa Magang Unitri, Inok Jehalu)
Tampak depan Masjid Nurul Huda, Tlogomas, Kota Malang (Mahasiswa Magang Unitri, Inok Jehalu)

Kota Malang, blok-a.com – Di pertengahan Bulan Ramadan ini, Masjid Nurul Huda di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang masih ramai dengan jemaah.

Salah satu pemikat jemaah menghabiskan waktu di bulan Ramadan ini karena kegiatan di masjid tersebut, seperti buka puasa gratis bersama hingga pengajian.

Seksi Peribadatan Masjid Nurul Huda, Sumari menjelaskan, jemaah di Masjid Nurul Huda dari awal puasa hingga kini masih dipenuhi jemaah yang beribadah.

“Alhamdulillah dari awal puasa hingga hari yang kesikian ini di Masjid Nurul Huda masih antusias dari jamaah maupun dari warga, terutama juga dari anak-anak kos yang ingin bisa berbuka bersama di sini,” kata dia ke blok-a.com, Minggu (16/3/2025).

Menjelang Magrib, para jemaah yang terdiri dari anak-anak, orang tua, hingga remaja dan mahasiswa berbaris rapi mengambil takjil berupa jajanan dan minuman. Selain itu, takmir masjid juga memberikan kupon untuk digantikan nasi kotak setelah salat Magrib.

Masjid Jabal Rohmah Jadi Tempat Buka Puasa Gratis Mahasiswa di Kota Malang

Takjil itu bakal dikonsumi secara berjamaah sebelum salat Magrib sebagai buka puasa.

“Setelah salat Magrib, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama,” kata dia.

Setidaknya ada 200 paket nasi kotak untuk jemaah yang hadir. Makanan berat untuk buka pussa itu bisa didapat jemaah dengan menukarkannya dengan kupon.

Jemaah mengambil nasi kotak untuk buka puasa di Masjid Nurul Huda, Tlogomas, Kota Malang (Mahasiswa Magang Unitri, Inok Jehalu)
Jemaah mengambil nasi kotak untuk buka puasa di Masjid Nurul Huda, Tlogomas, Kota Malang (Mahasiswa Magang Unitri, Inok Jehalu)

“Kami sampai 200 paket makan nasi kotak setiap harinya, dan warga yang datang terutama anak kos langsung kita kasih kupon,” ujarnya.

Kebanyakan jemaah di Masjid Nurul Huda ini ialah para mahasiswa dan musafir yang sedang mampir.

Semua biaya buka bersama gratis dan takjil ini murni hasil swadaya masyarakat sekitar.

“Kami sangat senang sekali bisa melayani anak-anak kos dan musafir,” kata dia.

Setelah salat Magrib dan berbuka bersama, kegiatan dilanjutkan dengan kakian rutin sebelum salat Isya’.

“Sebelum tarawih setelah salat isya ada kajian rutin sesuai jadwal, barang 7-10 menit,” tambahnya.

Kegiatan tak hanya berhenti di situ. Nantinya juga saat Subuh terdapat taklim atau pengajian yang diisi oleh ustaz yang diundang ke masjid tersebut.

“Di subuh, setelah salat subuh, kita ada kajian subuh, taklim subuh,” jelas Sumari.

Menjelang sepuluh hari terakhir Ramadhan, masjid juga melaksanakan salat malam dan kajian rutin.

Penulis: Mahasiswa Magang Unitri, Inok Jehalu

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com