Kabupaten Malang, blok-a.com – Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) Ngajum Lapas Kelas 1 Malang sukses menjadi lokasi ajang balap sepeda gunung bergengsi, yakni Jatim Downhill 2025.
Ajang balap itu digelar di New L’Sima Bike Park yang merupakan bagian dari SAE Ngajum Lapas Kelas 1 Malang.
Dalam kegiatan Oneday Raca itu diresmikan langsung Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakat Jawa Timur, Kadiyono.
Kadiyono menjelaskan, New L’Sima Bike Park ini dapat menjadi tempat untuk berlatih para atlet
Downhill.
“Sekaligus dapat memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar,” tuturnya.
Hadir pula Staf Khusus Bidang Penguatan SDM dan Transformasi Organisasi, Y Ambeg Paramarta yang turut tampil dengan Tim Imipas MTB di ajang tersebut.
Apresiasi pun diberikan kepada SAE Ngajum atas lintasan baru ini. Sebab, kini SAE Ngajum tidak hanya bermanfaat bagi warga binaan tapi juga para atlet downhill setelah adanya lintasan tersebut.
“Tentunya ini merupakan nilai jual tersendiri untuk L’Sima Bike Park. Sukses selau L’Sima!,” jelas Ambeg yang usai melakukan race kelas Grand Master di Jatim Downhill 2025.
Sementara itu, New L’Sima Bike Park sendiri dibangun oleh warga binaan Lapas Malang yang diarahkan langsung oleh Kalapas Malang, Ketut Akbar Herry Achjar bersama atlet senior dari Bandit Racing Team, Porno.
Lintasan ini sendiri membentang sepanjang 1 kilometer dengan sudut elevasi sekitar 70 meter.
Di lintasan ini terdapat pula Berm 360 yang merupakan tipe rintangan amat langka bahkan jadi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.
Saat melintasi lintasan ini pembalap juga dimanjakan dengan pemandangan yang indah serta melewati berbagai kebun dan lahan pertanian dari program ketahanan pangan hasil kerja pembinaaan kemandiriaan di SAE Ngajum.
Oleh karena itu, para pembalab Jatim Downhill 2025 terlihat antusias. 130 peserta terdaftar dalam ajang itu yang terbagi menjadi 11 kelas.
“Alhamdulillah, SAE Ngajum sukses jadi tuan rumah ajang bergengsi Jatim Downhill 2025. Lintasan New L’Sima Bike Park dapat dinikmati kembali para pecinta downhill dari berbagai wilayah Indonesia. Bahkan kini lintasan hadir lebih seru dan kompetitif,” tutur Kalapas Malang, (bob)




