Folding Ngalam Freedom For All, Ada Challenge Baru untuk Komunitas Sepeda Lipat

Komunitas Sepeda Lipat Malang Raya (istimewa)
Komunitas Sepeda Lipat Malang Raya (istimewa)

Kota Malang, blok-a.com – Ratusan pesepeda lipat dari berbagai komunitas di Malang Raya berkumpul dalam ajang bertajuk “Folding Ngalam Freedom For All” yang akan diselenggarakan pada Sabtu (30/8/2025).

Berbeda dari fun bike pada umumnya, tahun ini panitia menghadirkan format baru berupa rally challenge. Nantinya, peserta tidak hanya bersepeda, tetapi juga menaklukkan lima titik checkpoint dengan rute total sejauh 17 kilometer.

Sebanyak 130 peserta yang terbagi dalam 12 kelompok dilepas dari titik start di Balai Kota Malang sejak pukul 06.00 WIB. Mereka diwajibkan menyalakan aplikasi Strava, memodifikasi sendiri jalur yang ditempuh, hingga mengunggah bukti foto bersama tim di tiap checkpoint.

Setiap kelompok terdiri dari 10–11 pesepeda dengan latar belakang beragam, mulai dari anak muda hingga pesepeda senior berusia 70 tahun.

Ketua penyelenggara, Bagoes Nang Aroem Wibowo, menjelaskan konsep rally ini memang dipilih untuk menghadirkan tantangan baru sekaligus mempererat silaturahmi komunitas.

“Ini bukan sekadar fun bike. Kita bikin sistem rally, jadi tiap kelompok harus cari sendiri lokasi checkpoint, menempuh 17 kilometer, dan finish di Mal Pelayanan Publik (MPP). Model ini yang bikin seru, karena ada tantangan dan kerja sama tim di dalamnya,” ujarnya.

Ajang ini diikuti berbagai komunitas sepeda lipat di Malang Raya seperti Ngalam Folding Bike, Brompton Ngalam Squad, Srikandi Dua Pedal, Selikur (Sepeda Lipat Akur), hingga NC3 (Ngalam Chapter 3).

Selain memeriahkan HUT ke-80 RI, event ini juga menjadi wadah silaturahmi antarpecinta sepeda lipat yang jumlahnya diperkirakan mencapai 700 orang di Malang Raya.

Meski membawa konsep kompetitif, kegiatan ini tetap dikemas dengan suasana kebersamaan. Panitia menyediakan doorprize, t-shirt, bike tag, serta paket konsumsi untuk seluruh peserta. Bagoes menekankan, hadiah utama dalam ajang ini bukanlah podium juara, melainkan rasa kebersamaan.

“Tujuannya menjalin silaturahmi. Jadi meskipun ada challenge, esensinya tetap untuk kebersamaan dan memeriahkan kemerdekaan,” tambahnya.

Dengan antusiasme yang cukup tinggi, Folding Ngalam Freedom For All berpotensi menjadi agenda tahunan komunitas sepeda lipat di Malang.

Tahun ini, event perdana dengan sistem rally menjadi uji coba untuk menghadirkan format endurance, race, hingga king of mountain di edisi mendatang. (yog/lio)

Exit mobile version