Eks Napiter Bojonegoro Gelar Dialog Kebangsaan, Angkat Isu Moderasi Beragama dan Pemberdayaan UMKM

Dialog kebangsaan Paguyuban Karimon di aula Universitas Negeri Bojonegoro (Unigoro) pada Kamis (9/1/2025).
Dialog kebangsaan Paguyuban Karimon di aula Universitas Negeri Bojonegoro (Unigoro) pada Kamis (9/1/2025).

Bojonegoro, blok-a.com – Mantan narapidana terorisme (napiter) di Bojonegoro yang tergabung dalam Paguyuban Karimon menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk Membangun Kesadaran Moderasi Beragama Melalui Pencegahan Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme dengan Memberdayakan UMKM untuk Menguatkan Ekonomi Mandiri bagi Eks Napiter”. Kegiatan ini berlangsung di aula Universitas Negeri Bojonegoro (Unigoro) pada Kamis (9/1/2025).

Ketua Paguyuban Karimon, Arief Budi Setiawan, menjelaskan bahwa komunitas ini terbentuk pada tahun 2023 dengan anggota seluruhnya merupakan mantan napiter yang telah kembali ke masyarakat.

Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mengubah stigma negatif masyarakat terhadap eks napiter sekaligus mendorong mereka untuk aktif berkontribusi dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

“Filosofi Karimon adalah karya inspirasi, harmoni, dengan visi bermanfaat dan berkarya di tengah masyarakat dalam sektor apa pun. Kami berharap setelah acara ini masyarakat tidak takut lagi pada kami dan tidak memandang kami dengan pandangan yang kurang baik,” ujar Arief.

Ketua Yayasan Unigoro, Dr. Arif Januarso, menyebut acara ini sebagai inisiatif positif yang awalnya membuat dirinya sempat merasa was-was dengan istilah napiter.

Namun, ia menilai pentingnya dialog ini, terutama dalam membekali generasi muda dengan wawasan yang benar tentang bahaya radikalisme.

“Acara ini bisa mencegah para generasi muda terpapar paham intoleransi maupun radikal. Kami juga berencana mengundang para eks napiter dalam event pameran UMKM dan dalam program KKN Kampus Unigoro di wilayah Kasiman untuk mendampingi Paguyuban Karimon dalam pemberdayaan ekonomi,” jelasnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bojonegoro, Mahmudi, S.Sos., MM, menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan yang diinisiasi Paguyuban Karimon ini.

Ia menyebut kegiatan tersebut sejalan dengan program nasional dalam memperkuat wawasan kebangsaan dan mencegah penyebaran paham intoleransi.

“Kegiatan ini penting dilaksanakan untuk mengawal eks napiter yang tergabung di Paguyuban Karimon. Ini adalah tindak lanjut dari pertemuan antara Densus, Karimon, dan OPD terkait. Harapannya, Karimon bisa diterima oleh semua kalangan, khususnya masyarakat Bojonegoro. Jangan takut dengan eks napiter, karena mereka sudah cinta NKRI,” tegasnya.

Acara ini turut dihadiri berbagai tokoh dan instansi, di antaranya Kepala Bakesbangpol Bojonegoro, Mahmudi, S.Sos., MM, perwakilan Kodim 0813, Polres Bojonegoro, Densus 88, serta perwakilan dari Baznas, Kemenag, Lapas Kelas IIA Bojonegoro, tokoh NU, MUI, akademisi, mahasiswa, dan berbagai elemen masyarakat.(sil/lio)

Exit mobile version