Disdikbud Kota Malang Ajak Masyarakat Belajar Rawat Arca Lewat Kegiatan Konservasi Museum Mpu Purwa

Proses membersihkan arca dengan cara dicuci dalam kegiatan "Konservasi Museum Mpu Purwa" yang digelar oleh Disdikbud Kota Malang (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Proses membersihkan arca dengan cara dicuci dalam kegiatan "Konservasi Museum Mpu Purwa" yang digelar oleh Disdikbud Kota Malang (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menggelar kegiatan bertajuk “Konservasi Museum Mpu Purwa” sebagai bagian dari rangkaian acara “Koleksi Museum Mpu Purwa 2025”. Kegiatan ini digelar pada 18–19 Juni 2025 dan berlanjut dengan sesi praktik di Museum Mpu Purwa, Kecamatan Lowokwaru, Rabu (25/6/2025).

Dalam kegiatan ini, para peserta yang berasal dari kalangan guru, mahasiswa, dan masyarakat umum mendapatkan paparan materi dari dua narasumber, Rakai Rino Galeswangi, M.Pd dan Nona Nur Medina, S.M, M.SM. Mereka juga berkesempatan langsung membersihkan dan mencuci arca koleksi museum.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Malang, Juli Handayani mengatakan, kegiatan Konservasi Museum Mpu Purwa ini bertujuan untuk mengenalkan lebih dalam koleksi arca kepada masyarakat. Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan mampu mengidentifikasi arca jika menemukan di luar lingkungan museum.

“Kalau kemarin itu teori ya, kalau sekarang bagaimana cara mengidentifikasi arca,” ujar Juli.

Juli juga menambahkan, para peserta mendapatkan pembekalan terkait teknik merawat dan membersihkan arca. Diharapkan, para guru dapat menularkan ilmu ini kepada peserta didik, sehingga budaya konservasi dapat ditanamkan sejak dini.

“Dan batu-batu yang arca punya itu juga berbeda-beda, ada andesit, ada yang lain, jadi jenis batunya berbeda-beda. Jadi cara pembersihannya pun juga berbeda-beda,” jelasnya.

Konservasi Museum Mpu Purwa yang digelar oleh Disdikbud Kota Malang dalam rangka memperkenalkan koleksi arca (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Konservasi Museum Mpu Purwa yang digelar oleh Disdikbud Kota Malang dalam rangka memperkenalkan koleksi arca (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Terkait perawatan koleksi arca di Museum Mpu Purwa, Juli menjelaskan bahwa pihaknya telah menunjuk tim ahli yang khusus menangani identifikasi dan konservasi. Saat ini, Museum Mpu Purwa memiliki sekitar 150 koleksi arca, dengan sekitar 20 arca disimpan di ruang penyimpanan (storage).

“Koleksi kita sekitar 150-an, yang di storage ada kurang lebih 20-an. Perawatan pastinya menggunakan tim ahli,” tuturnya.

Sementara itu, Rakai Hino menyebutkan bahwa kegiatan praktik mencuci arca ini sangat penting untuk melengkapi pembelajaran teori yang sudah diberikan.

“Kemarin kan teori, saat ini praktiknya,” ujar Rakai.

Ia berharap para peserta bisa meneruskan pengetahuan ini kepada murid-murid mereka, termasuk saat melakukan kunjungan ke Museum Mpu Purwa meski tanpa pendampingan langsung dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).

“Mencegah adanya kerusakan, nantinya akan didampingi tim kurator dari museum. Cara-cara ini bisa diajarkan oleh para peserta kepada anak didiknya ketika berkunjung ke sini,” ujarnya.

Salah satu peserta, Abdul Rahman, guru dari SMP Laboratorium, mengapresiasi kegiatan ini yang menurutnya sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan mengenai cara merawat arca dan benda bersejarah lainnya.

“Bermanfaat untuk mengenal bagaimana merawat arca ini, benda-benda bersejarah. Masyarakat awam ketika mengetahui kita tidak punya ilmu tidak mungkin bisa,” katanya.

Ia berharap program serupa dapat terus dilanjutkan agar semakin banyak masyarakat yang mengenal dan peduli terhadap pelestarian koleksi arkeologi.

“Harapannya kegiatan seperti ini berkelanjutan. Bisa ditularkan kepada anak didik,” tutupnya. (yog/bob)

Exit mobile version