Dikpora Magetan Apresiasi Festival Ceria Pamelo, Kolaborasi Pendidikan dan Budaya Lokal Sukomoro

Kepala Dikpora Suwata didampingi Camat dan Bunda PAUD Sukomoro saat melihat beberapa hasil kreasi anak-anak di Festival Ceria Pamelo 2025.
Kepala Dikpora Suwata didampingi Camat dan Bunda PAUD Sukomoro saat melihat beberapa hasil kreasi anak-anak di Festival Ceria Pamelo 2025.

Magetan, blok-a.com – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Magetan memberikan apresiasi tinggi terhadap Festival Ceria Pamelo 2025 yang digelar di Lapangan Desa Tinap, Kecamatan Sukomoro, Rabu (18/6/2025).

Festival yang diikuti lebih dari 1.000 peserta dari PAUD, TK, dan SD se-Kecamatan Sukomoro ini menampilkan pentas seni anak, senam pamelo, parade drum band, lomba mewarnai, serta kerajinan dari kulit jeruk pamelo sebagai simbol kearifan lokal.

Kepala Dikpora Magetan, Suwata, menyebut kegiatan ini merupakan praktik baik yang dapat dikembangkan menjadi program tahunan di kecamatan lain. Ia pun juga menilai acara ini sebagai bentuk inovasi pendidikan yang efektif dan berbasis pada potensi lokal.

“Festival ini menggabungkan kreativitas anak, pendidikan karakter, serta pelestarian budaya lokal. Bila konsisten dievaluasi dan dikembangkan, bisa jadi model kegiatan pendidikan di seluruh Magetan,” ujarnya.

Bunda PAUD Kecamatan Sukomoro, Pipit Kun Ihwan Hidayat, menjelaskan bahwa jeruk pamelo dipilih sebagai ikon karena menjadi ciri khas wilayah Sukomoro.

“Kami ingin anak-anak mengenal lingkungan sekitarnya, mencintai budaya sendiri, dan mengasah kreativitas dengan bahan alam. Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi guru PAUD yang tergabung dalam IGTKI dan HIMPAUDI,” jelasnya.

Kegiatan ini juga turut menggandeng pemerintah desa, salah satunya Desa Tamanan yang mengikutsertakan dua TK dan satu PAUD di wilayahnya. Kepala Desa Tamanan, Hariyono, menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap bisa terus berlanjut.

“Melihat anak-anak tampil dengan percaya diri dan para guru terlibat penuh adalah kebanggaan tersendiri. Ini bukan hanya hiburan, tapi pendidikan karakter yang nyata,” ungkapnya.

Festival Ceria Pamelo juga memberikan dampak ekonomi dengan keikutsertaan para pelaku UMKM lokal. Dari makanan tradisional hingga kerajinan tangan, warga memanfaatkan momentum ini untuk mempromosikan produk desa.(nan/lio)

Exit mobile version