blok-A.com – Hanya berselang sepekan pasca Tragedi Kanjuruhan terjadi, Synchronize Fest digelar pada (07/10/2022). Para musisi berbondong-bondong menyiapkan penampilannya. Salah satunya adalah memasukkan unsur tragedi tersebut sebagai bela sungkawa yang sedalam-dalamnya.
Untuk itu, blok-A.com merangkum lima band bersimpati diatas panggung Synchronize Fest atas tragedi Kanjuruhan:
- Efek Rumah Kaca

Tampil hanya sehari pasca menjajal tribun Stadion Gelora Bung Karno kala tampil untuk Mata Najwa, ERK mendedikasikan lagu andalan mereka yakni “Putih” yang juga memuat adegan tahlilan untuk dilantunkan kepada para korban. Sepanjang set lagu ini, ERK juga menampilkan visual #UsutTuntas.
Sang Vokalis, Cholil Mahmud juga mengubah lirik menjadi “Di pertandingan atau kerongkongan” untuk menggambarkan bahwa kematian di pertandingan sepakbola adalah keniscayaan kala pengelolaan pertandingan dan sistem keamanan begitu represif sebagaimana yang kita dan warga dunia lain saksikan di Kanjuruhan.
Unit vokal latar ERK yakni Jezztenih (terdiri dari Nastasha Abigail, Cempaka Surakusumah dan Gracia Andrea) juga mengusung spanduk bertuliskan “Usut Tuntas Pembantaian Kanjuruhan” di Dynamic Stage yang jadi arena pertunjukan mereka.
- .Feast

Unit yang sejak kemunculan EP Beberapa Orang Memaafkan semacam dinisbatkan menjadi band sosial politik ini juga menjadikan pertunjukannya di Synchronize Festival 2022 sebagai sarana solidaritas soal Tragedi Kanjuruhan. Sisi visual yang juga jadi kekuatan .Feast menampilkan kalimat “TAK ADA NYAWA SEHARGA SEPAKBOLA, APALAGI GAS AIR MATA” saat lagu “Berita Kehilangan” mengalun di Forest Stage.
Selain itu, drum dari Bodat juga dihiasi spanduk kecil bertuliskan “Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan Malang 01.10.2022”. Spanduk yang berisi pesan “MALANG BERDUKA #KANJURUHANDISASTER #USUTTUNTAS” yang didapat dari penonton pun dibentangkan saat sesi foto pasca penampilan usai.
- Jason Ranti

Musisi yang semakin gemilang karirnya pasca dirilisnya album ketiga bertajuk Jalan Ninja pada awal tahun 2022 ini memang dikenal sebagai sosok yang vokal menanggapi hiruk pikuk sosial politik yang terjadi di Indonesia. Jason Ranti turut menampilkan pesan dan harapan perihal tragedi Kanjuruhan saat penampilannya berlangsung di District Stage, Jumat sore. Pesan perdamaian untuk para pendukung klub sepakbola lokal seperti Aremania, Bonek, Bobotoh dan Jakmania juga disampaikan oleh solois yg akrab dipanggil dengan Jeje ini.
- Down For Life

Unit metal asal Solo ini merancang satu kolaborasi spesial untuk Synchronize Festival 2022. Mereka mengajak kolektif gamelan yang dipimpin oleh Gondrong Gunarto untuk mengemas penampilan apik di Lake Stage. Selain tata musik yang disiapkan dengan ciamik, visual soal Kanjuruhan yang berbunyi “TAK ADA SEPAKBOLA YANG SEHARGA NYAWA” juga mencuat saat mereka tampil.
- Seringai

Sikap yang tegas dan jelas dari Arian dan Edy Khemod (vokalis dan drummer Seringai) atas Pembantaian Kanjuruhan sudah terlihat hanya beberapa saat pasca kejadian. “Yang membenarkan polisi nembak gas air mata ke tribun, fight me.” merupakan salah satu kicauan fenomenal yang muncul imbas tragedi Kanjuruhan yang diketik oleh Edy Khemod.
Tentu set penampilan Seringai (yang sayangnya berbarengan dengan Efek Rumah Kaca) di Lake Stage penuh dengan ekspresi soal Kanjuruhan dan aparat. Visual “Usut Tuntas” dan “1312” serta amunisi lagu-lagu mereka yang relevan pasti masih membekas di ingatan para penontonnya. Penampilan mereka yang dibuka dengan lagu “N.W.A. – Fuck Tha Police” juga menunjukkan di sisi mana mereka menjatuhkan keberpihakan.
(rco/bob)



