Arbanat Kitchen Cafe & Lounge Meriahkan Kemerdekaan Lewat Fashion Show “Merayu Agustus”

Penampilan fashion show "Merayu Agustus" yang digelar di Arbanat Kitchen Cafe and Lounge.(blok-a.com/Yogga Ardiawan)
Penampilan fashion show "Merayu Agustus" yang digelar di Arbanat Kitchen Cafe and Lounge.(blok-a.com/Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Arbanat Kitchen Cafe and Lounge menggelar festival fashion show bertajuk “Merayu Agustus” untuk memperingati Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, Sabtu (23/8/2025).

Acara ini menampilkan karya-karya busana kolaborasi desainer lokal dengan nuansa khas kain nusantara, diiringi alunan musik tradisional Sape.

Salah satu owner Arbanat Kitchen, Sisilia, mengatakan bahwa event ini menjadi bentuk apresiasi terhadap para desainer sekaligus dukungan pada produk UMKM lokal.

“Mereka para desainer ini telah menciptakan sesuatu yang menarik dan itu harus diapresiasi. Maka kami menggelar event seperti ini untuk menampilkan karya-karya mereka,” ujar Sisilia kepada blok-a.com.

Antusiasme masyarakat pun tinggi. Pengunjung memenuhi area Arbanat Kitchen Cafe and Lounge untuk menyaksikan peragaan busana yang menghadirkan empat desainer asli anak bangsa, Dayu Jiwa dengan ciri khas Shibori perpaduan nusantara dan Jepang, Nora Indonesia dengan tenun khas, Kaithandmade dengan Batik Sio, serta Luvnik.

Sisilia, salah satu owner Arbanat Kitchen Cafe and Lounge (tiga dari kanan) saat berfoto bersama para desainer dalam acara fashion show "Merayu Agustus". (blok-a.com/Yogga Ardiawan)
Sisilia, salah satu owner Arbanat Kitchen Cafe and Lounge (tiga dari kanan) saat berfoto bersama para desainer dalam acara fashion show “Merayu Agustus”.(blok-a.com/Yogga Ardiawan)

“Empat desainer ini memiliki daya tarik masing-masing. Mereka membawa ciri khas dari produk yang ditampilkan,” tambah Sisilia.

Sisilia menegaskan, festival ini akan dijadikan agenda rutin tahunan sebagai upaya memperkenalkan produk lokal karya anak negeri.

“Dengan event yang rencananya digelar tiap tahun, masyarakat lebih mengerti dan lebih tertarik dengan produk-produk lokal yang tak kalah dengan produk luar negeri,” jelasnya.

Sementara itu, Dayu, desainer dari Dayu Jiwa, mengaku bangga mendapat kesempatan tampil. Ia menjelaskan produk Shibori karyanya dikerjakan oleh para ibu di Yogyakarta dengan teknik rumit sehingga harga per lembarnya berkisar Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta.

“Ini kesempatan yang diberikan oleh Bu Sisilia untuk menampilkan dan memamerkan hasil karya kami. Saya menggunakan kesempatan ini untuk memamerkan beberapa karya Shibori yang dikerjakan oleh ibu-ibu dari Jogja,” ungkap Dayu.

Menurutnya, kolaborasi empat desainer dalam acara ini membuat karya lokal semakin dikenal masyarakat.

“Yang menarik itu fashion show-nya, karena terdiri dari empat desainer. Saya sendiri menampilkan tema Asian Fashion, kolaborasi dari Batik Indonesia, Shibori Jepang, dan sulaman tangan Vietnam,” pungkasnya. (yog/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com