Kisah Sukses Musriyani Juragan Dupa Malang, Pernah Bangkrut dan Ditipu Pembeli

dupa malang
Musriyani sedang melakukan proses pembuatan dupa di rumah produksinya, Jumat (13/01/2023) (Blok-a.com/Putu Ayu Pramata S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Musriyani, perajin dupa asal Wangir, Kabupaten Malang yang kini sukses mengantongi omzet puluhan juta per bulannya, memiliki kisah yang cukup inspiratif bagi sebagian orang yang tengah memulai merintisis usaha.

Buah hasil kerja kerasnya ini baru dirasakan setelah puluhan tahun digelutinya. Musriyani telah merasakan pahit manis mengembangkan usaha. Bahkan, ia juga mengaku pernah bangkrut dan ditipu pembeli.

Sebelum menjadi juragan dupa, dirinya sempat menjadi buruh dupa yang gajinya hanya 500 rupiah perkilonya. Dirinya juga sempat membuka usaha bengkel motor namun hal tersebut juga gagal ia jalani.

Sri, panggilan akrabnya, mengalami gulung tikar saat mengeluti usaha bengkel motor. Ia juga menceritakan pernah menjalani profesi sebagai petani, namun lagi-lagi dirinya gagal.

Dari situ ia memutuskan untuk membuka usaha dupa, meskipun hanya modal kecil-kecilan dan seadanya.

“Yang cocok cuma dupa, dulu awal pernah coba buka bengkel tapi ya malah bangkrut. Terus nyoba bertani, lakok ya malah rugi banyak. Nasib mbak, jadi ya mutusin ke dupa lagi. Meskipun awalnya kecil, hanya digarap sendiri sama suami, tapi alhamdulillah ada hasil,” tutur Sri saat ditemui Blok-a.com di rumah produksinya pada Jumat (13/01/2023).

Meskipun dirinya telah mencapai titik keberhasilan sebagai pengusaha dupa, masih saja ia menemukan hal yang membuat usahanya itu goyah.

Sri bersama suami kembali diguncang masalah, ia bercerita pernah di tipu oleh pelanggannya. Bahkan, tak satu dua kali tapi berkali kali.

“Ya semua gak berjalan mulus mbak, ada aja cobaannya. Sering kami di tipu sama pelanggan, soalnya kami pakai sistem bayar ambil. Pas ambil sama bawa kiriman, eh tau tau rumahnya kosong. Mereka pindah gak ngomong ke kita, Apes,” keluh Sri sembari menata dupa setengah jadinya untuk dikeringkan.

Tak hanya soal pelanggan, suka duka membangun usaha dupa juga dirasakan saat musim penghujan.

Dupa garapannya membutuhkan bantuan sinar matahari untuk bisa siap jual. Otomatis jika musim penghujan dirinya merasa kewalahan. Minimnya sinar akan menghambat pengerjaan dupanya.

Artikel Terkait: Menjelang Imlek Pengrajin Dupa Asal Wagir Raih Omzet Puluhan Juta per Bulan

“Dupa ini gak kenal musim, alhamdulillah semua musim dia laku. Tapi ya kalau musim hujan, kita yang susah mbak. Bolak balik keluar masuk, kadang ya kehujanan itu susahnya,” katanya.

Namun, setidaknya kini kehidupannya jauh lebih baik dibandingkan dulu. Bahkan, sekarang dirinya bisa memperkerjakan tetangganya untuk membantu proses produksinya.

Berkat keuletannya, saat ini, Sri bisa mengantongi omzet puluhan juta perbulannya.

“Alhamdulillah sekarang mulai banyak permintaan, dulu kan buruh mbak sekarang alhamdulillah sudah bisa kerja di rumah sendiri sambil momong anak. Bisa ngajak tetangga kerja juga, bersyukur saya,” tutupnya. (ptu/lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?