Mengunjungi Kampung Keramik Dinoyo, Salah Satu Wisata Legendaris di Kota Malang 

source: Dokumen pribadi Tegar Putra
source: Dokumen pribadi Tegar Putra

Kota Malang, Blok-a.com – Malang, sebuah kota yang terkenal dengan suasana sejuk dan pemandangan alamnya yang indah. Ternyata juga menyimpan berbagai warisan budaya yang tak ternilai. Salah satu destinasi yang menarik perhatian adalah Kampung Keramik Dinoyo.

Sebuah kampung yang berada di wilayah Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Kampung ini terkenal sebagai sentra kerajinan keramik yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Keramik Dinoyo, Samsul Arifin menceritakan sejarah panjang Dinoyo sebagai sentra perajin keramik, yang kemudian menjadi Kampung Wisata Keramik Dinoyo.

Samsul Arifin mengatakan perajin keramik Dinoyo ini sudah ada sejak zaman dulu. Dari cerita yang berkembang, Kampung Keramik ini berdiri sejak tahun 1930-an. Pengrajin gerabah sampai keramik ini berkembang secara turun menurun.

“Kampung keramik ini sudah ada sejak tahun 1930-an yang bermula dari sentra gerabah,” ungkap Samsul, Rabu (25/09/2024).

Saat itu Dinoyo juga dikenal dengan area persawahan padi dan tebu dengan tanah yang bagus dan subur.

Para petani ternyata mempunyai keterampilan mengolah tanah liat menjadi sebuah kerajinan seperti peralatan memasak dan peralatan dapur. Sehingga mereka sering membuat barang gerabah sendiri untuk peralatan dapur.

“Bermula dari sentra gerabah dengan tanah sawah yang subur kemudian beralih ke keramik porselen,” ungkapnya.

Saat ini, kata Samsul jumlah pengrajin cukup banyak. Dikarenakan sebagian besar perajin adalah para petani. Tercatat ada sekitar 70 perajin di Kota Malang. Kawasan Dinoyo semakin padat, banyak pengrajin memilih mengembangkan usahanya ke Kabupaten Malang, tapi pasarnya tetap ikut di Dinoyo. 

“Perajin gerabah ya cukup banyak karena sebagian besar adalah petani. Mungkin untuk sekarang ada sekitar 70-an perajin di sini,” kata Samsul.

Samsul juga menambahkan bahwa di Kampung Keramik tersebut terdapat sekitar 20-an perajin.

“Kalau disini itu ada sekitar 20-an perajin,” imbuhnya.

Seiring berkembangnya zaman, Samsul menerangkan bahwa Kampung Keramik Dinoyo ini terus menjadi pandangan publik. Dalam artian Kampung Keramik ini tidak terlupakan di kalangan masyarakat.

“Kampung ini akan terus berkembang dengan seiring berjalannya waktu. Kampung ini cukup terkenal dikalangan masyarakat,” ungkapnya.

Samsul juga menjelaskan tentang pengembangan Kampung Keramik ini. Di antaranya karena kampung ini sudah memiliki branding tersendiri dan bahan baku selalu tersedia.

“Ya salah satunya karena kampung ini sudah memiliki nama dan bahan baku selalu tersedia di sini sehingga masyarakat mudah mengenali,” terangnya.

Setiap bulan, di Kampung Keramik ini bisa menghasilkan ribuan kerajinan keramik. Samsul mengatakan karena disana terdapat 20-an pengrajin sehingga per bulan bisa menghasilkan 1500-2500 keramik.

“Rata-rata ya setiap bulan dapat menghasilkan 1500-2500 an keramik,” terang Samsul.

Di Kampung Keramik ini ada 3 jenis pembeli, yaitu pembeli langsung, pemesan dan pengecer. 

Pembeli langsung cenderung mengambil dengan jumlah satuan. Sedangkan pemesan mungkin hanya di angka ratusan.

“Pembeli langsung hanya membeli satuan, kalau pemesan itu mungkin di angka sekitar 200 keramik karena akan mereka buat souvenir,” ungkapnya.

Samsul menambahkan bahwa pengecer menjadi angka paling besar dalam jumlah pembelian. 

Hal ini dikarenakan mereka setelah membeli dari Kampung Keramik ini akan dijual lagi. Sehingga mereka akan datang terus untuk mengambil barang.

“Pengecer itu paling banyak ambilnya dari sini. Karena mereka setelah ambil dari sini terus dijual lagi. Jadi mereka ambil terus,” tambahnya.

Penulis: Tegar Putra F (Mahasiswa magang UTM)

Exit mobile version