Surabaya, blok-a.com – Jawa Timur ternyata menyumbang perekonomian terbesar kedua di Indonesia.
Sumbangsih Jatim adalah seperenam di perekonomian terbesar kedua di Indonesia, dan Indonesia perekonomiannya terbesar di Asia Tenggara.
Bulan Desember di forum ASEAN di Kamboja, didapatkan data, 7 persen perekonomian ASEAN berasal dari Jawa Timur.
Demikian diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat bersilaturahmi dengan tokoh di Jawa Timur.
Pertemuan itu diinisiasi oleh perhimpunan Indonesia Tionghoa serta Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Jawa Timur.
“Kegiatan ini sebagai wadah menjalin kebersamaan dalam membangun Jawa Timur dan Indonesia yang lebih baik,” ujar Emil.
Emil yang mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu menyampaikan terimakasih atas silahturahmi antar Forkopimda dan berbagai stakeholder yang terus terjaga.
“Ini tidak mungkin tercapai kalau tidak ada kondusivitas dan kerjasama Forkopimda yang baik. Ibu Gubernur menyampaikan terimakasih,” imbuhnya.
Tak lupa, dalam suasana Tahun Baru Imlek 2023, Wagub Emil juga menyampaikan ucapan selamat.
Dia berharap, Imlek tahun ini dapat semakin merekatkan persatuan dan kesatuan di kalangan masyarakat.
“Dalam kesempatan yang baik ini, masih pada nuansa Imlek, saya mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek. Mari kita jaga persaudaraan kebangsaan yang kuat untuk menjaga persatuan bangsa dan negara,” kata Emil.
Emil mengatakan Jawa Timur memiliki sangat banyak ragam dan kekayaan akan agama, suku, ras dan adat istiadat.
Dia berharap kemajemukan tersebut dapat menjadi bekal utama dalam mewujudkan pembangunan di Jawa Timur.
“Ini perlu kita lestarikan bersama. Diperlukan perhatian dan kepedulian bersama memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” jelas Emil.
Guna mendukung itu, mantan Bupati Trenggalek ini mengaku masih membutuhkan promosi terkait kesadaran pengetahuan, pengakuan budaya, perbedaan, serta keragaman.
Emil, untuk itu, mengingatkan dukungan tokoh masyarakat juga sangat diperlukan untuk menciptakan kerukunan di masyarakat dan pelopor toleransi.
Dengan semangat kolaborasi dan integrasi antar masyarakat dengan pemerintah, TNI dan Polri akan mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Mari terus bergotong royong, bahu membahu dalam mewujudkan Jawa Timur yang kondusif serta berdaya saing di tingkat regional, nasional hingga internasional,” tutupnya.
Hadir dalam kesempatan itu Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, Pangkoarmada II Laksda TNI Hutabarat, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf.
Hadir pula Wakapolda Jatim Brigjen Polisi Slamet Hadi Supraptoyo, Panglima Komando Lintas Laut Militer Angkatan Laut Laksda TNI Yayan Sofia, Komandan Komando Operasi Kapal Selam Laksamana Pertama TNI Indra Agus Wijaya dan Kadisperslanud Dominicus Dumatubun.(kim/lio)




