Harga Bandeng Anjlok, Petani Tambak di Gresik Terpuruk

Hasil panen ikan bandeng petani tambak di Kabupaten Gresik. (istimewa)
Hasil panen ikan bandeng petani tambak di Kabupaten Gresik. (istimewa)

Gresik, blok-a.com – Para petani tambak di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tengah menghadapi situasi sulit akibat anjloknya harga bandeng di pasaran. Saat ini, harga jual bandeng dari tambak hanya berada di kisaran Rp16.000 hingga Rp19.000 per kilogram, jauh dari harapan para petani.

Syaifullah Mahdi, seorang petani tambak dari Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujung Pangkah, mengungkapkan bahwa kondisi ini sangat memberatkan.

Menurutnya, penurunan harga tidak sejalan dengan situasi pasokan ikan laut yang berkurang akibat cuaca buruk.

“Seharusnya harga bandeng mahal, karena suplai ikan laut sedang berkurang. Tapi malah anjlok. Dua hari lalu masih Rp19 ribu, sekarang sudah Rp16 ribu per kilogram. Ini jelas merugikan kami,” keluhnya, Rabu (19/12/2024).

Di sisi lain, lanjut Mahdi, biaya produksi terus meningkat. Terutama untuk pakan yang mencapaiRp 13.000 per kilogram. Selain itu, para petani juga harus menanggung biaya lain seperti benih dan perawatan tambak.

“Kami terpaksa tetap menjual karena ikan ini terus makan setiap hari. Kalau ditahan lebih lama, biayanya justru makin tinggi,” tambahnya.

Para petani telah berupaya menyampaikan keluhan ini kepada Dinas Perikanan Kabupaten Gresik, namun hingga kini belum ada langkah konkret yang dilakukan.

Mereka berharap pemerintah segera turun tangan untuk membuat kebijakan stabilisasi harga atau menetapkan standar harga yang layak.

“Pemerintah perlu hadir. Jangan sampai petani yang sudah memeras keringat justru dirugikan. Kami berharap ada standar harga yang jelas,” tegas Mahdi.

Selain masalah harga, para petani juga menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pupuk dengan harga terjangkau. Pupuk bersubsidi kini sulit diperoleh, sehingga menambah beban bagi para petani tambak.

“Ketersediaan pupuk menjadi beban tambahan. Apalagi untuk pupuk bersubsidi sekarang sudah tidak ada, kalau pun ada, sulit didapat,” pungkasnya.

Situasi ini menjadi tantangan berat bagi para petani tambak di Gresik. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk membantu meringankan beban mereka agar tetap bisa bertahan di tengah tekanan ekonomi.(ivn/lio)

Exit mobile version