Dikuasai Pasar Online, Penjual Bendera Musiman di Gresik Sepi Pembeli

Penjual bendera musiman di Gresik mengalami penurunan omzet.(Istimewa)
Penjual bendera musiman di Gresik mengalami penurunan omzet.(Istimewa)

Gresik, blok-a.com – Momen bulan Agustus merupakan waktu yang tepat bagi penjual pernak pernik khas perayaan kemerdekaan Republik Indonesia.

Tetapi, kini penjual bendera musiman di Gresik harus menelan pil pahit lantaran sepi pembeli

Banyaknya penjual bendera secara online menjadi indikasi penurunan minat pembeli bendera di tepi jalan.

Penjual bendera musiman ini menjual bendera dengan harga paling murah 30.000 hingga paling mahal sebesar 250.000.

Menurut beberapa penjual bendera di Gresik ini, paling laris adalah bendera kecil dan bendera besar yang dipasang di depan rumah masyarakat.

Penurunan omzet dirasakan salah satu penjual bendera di Gresik, Hamdan.

“Omzet tahun ini sedikit sekali. Sehari hanya dua hingga tiga orang yang membeli. Penjual bendera secara online juga berdampak bagi kami, penjualan bendera musiman di pinggir jalan,” jelasnya, kamis (7/8/2025).

Senada, penjual bendera lainnya, Agung juga mengungkapkan bahwa omzet tahun ini tidak sebanyak tahun lalu. Banyak yang menggunakan bendera lama, dan tidak membeli lagi bendera yang baru.

“Tahun ini sepi pembeli, sehari hanya 3-5 orang yang beli. Banyak yang tidak beli bendera baru, menggunakan bendera lama,” ujarnya.

Walaupun banyak yang beralih membeli bendera secara online, sejumlah masyarakat masih memilih membeli bendera di tepi jalan. Lantaran dapat dilakukan transaksi tawar menawar dan melihat produk secara langsung. Hal itu seperti yang diungkapkan Munir, asal Proklamasi.

“Bendera saya yang lama sudah jelek atau rusak. Jadi, saya lebih pilih beli langsung daripada beli online. Bisa nawar juga kalau beli langsung. Ini saya beli dua bendera, satu bendera dapat harga 25 ribu, padahal harganya 30 ribu. Kalau di online kan gabisa nawar,” katanya sambil tertawa.

Pembeli lainnya, Irawan, mengatakan bahwa membeli di pinggir jalan lebih bisa memilih modelnya. Kalau di online, risiko mendapatkan barang yang jelek atau tidak sesuai keinginan.

“Kalau beli bendera langsung seperti pinggir jalan lebih bisa lihat modelnya. Kita bisa milih langsung, barangnya juga lihat mana yang bagus dan kurang bagus,” pungkasnya.(ivn/lio)

Exit mobile version