Deretan Perusahaan Indonesia yang Lakukan PHK Besar-Besaran di 2024

Gelombang PHK Massal RI.(ANTARA FOTO/R. Rekotomo)
Gelombang PHK Massal RI.(ANTARA FOTO/R. Rekotomo)

Blok-a.com – Beberapa perusahaan besar, mulai dari manufaktur hingga e-commerce, terpaksa melakukan langkah drastis untuk mem-PHK karyawan, bahkan menutup operasionalnya. Ini sebagai respons terakhir yang bisa dilakukan untuk menghadapi berbagai tantangan di dunia usaha.

Turunnya angka permintaan, efisiensi biaya dan sistem, serta restrukturisasi jabatan, menjadi sebagian faktor yang mendorong keputusan tersebut. Berikut beberapa perusahaan ternama yang lakukan PHK besar-besaran pada 2024. Berikut daftarnya: 

Daftar Perusahaan Indonesia PHK Massal 2024

PT Sepatu Bata

PHK Massal PT Sepatu Bata Tbk. terjadi pada bulan Mei 2024 lalu. Itu terjadi setelah penutupan pabrik di Purwakarta yang sudah beroperasi 30 tahun lamanya. Penyebabnya, turunnya angka permintaan dan kerugian terus menerus yang dialami selama empat tahun terakhir. Alhasil, sebanyak 233 karyawan dirumahkan, dengan total pesangon sekitar Rp16,7 miliar untuk semua pegawai yang terkena PHK.

Tokopedia-TikTok Shop

Tidak berselang lama setelah ByteDance, perusahaan induk TikTok mengakuisisi 75 persen saham Tokopedia pada awal 2024. Mereka mengumumkan bakal melakukan restrukturisasi, salah satunya dengan memangkas jumlah karyawan. PHK 450 orang karyawan akan dilakukan secara bertahap, dimulai sejak Juni 2024 lalu. Karyawan yang terdampak adalah tim e-commerce, khususnya mereka yang memiliki fungsi duplikat.

Sritex

PT Sri Rejeki Isman Tbk. dikabarkan juga akan melakukan PHK secara bertahap hingga tahun 2025. Langkah ini diambil sebagai upaya efisiensi kinerja dan biaya produksi. Melansir Katadata, perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara ini telah memberhentikan 23 persen karyawan sepanjang setengah tahun 2024. Angka tersebut setara dengan kurang lebih 10 ribu orang.

PT Hung-A Indonesia

Pabrik ban asal Korea Selatan secara resmi menutup pabrik di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Februari 2024 lalu. Alhasil, lebih dari seribu karyawan dirumahkan. Bahkan masih ada perselisihan akibat perusahaan belum memenuhi kewajiban terhadap para karyawan yang di-PHK. Diketahui, pemasok ban Dunlop ini berhenti beroperasi karena jumlah pesanan menurun sejak 2022, bahkan tidak ada sama sekali pada 2024.

SiCepat

Perusahaan ekspedisi ini pernah viral gara-gara PHK massal yang dilakukan tahun 2022. Efisiensi dan perubahan standar kualitas karyawan membuat SiCepat merumahkan sebagian karyawannya, bemikian pula pada tahun 2024 ini. Menurut data Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Kota Jakarta, SiCepat jadi startup dengan PHK tertinggi sejak Januari-Juni 2024. Jumlahnya mencapai 676 orang, khusus di wilayah Provinsi Jakarta.

10 Perusahaan Tekstil PHK 13 ribu Karyawan

Melansir Detik, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Ristadi mengatakan sedikitnya ada 10 perusahaan yang telah melakukan PHK massal, mulai Januari sampai awal Juni 2024. Dari 10 perusahaan tersebu, 6 karena berhenti beroperasi, dan sisanya disebabkan efisiensi.

Total sebanyak 13.800 orang terdampak akibat PHK 10 perusahaan yang berlokasi di Jawa Barat dan Jawa Tengah itu. Dengan rinciannya sebagai berikut:

1. PT Dupantex, Jawa Tengah: 700 karyawan
2. PT Alenatex, Jawa Barat: 700 karyawan
3. PT Kusumahadi Santosa, Jawa Tengah: 500 karyawan
4. PT Pamor Spinning Mills, Jawa Tengah: 700 karyawan
5. PT Kusumaputra Santosa, Jawa Tengah: 400 karyawan
6. PT Sai Apparel, Jawa Tengah: 8.000 karyawan
7. PT Sinar Pantja Djaja, Semarang: 2.000 karyawan
8. PT Bitratex, Semarang: 400 karyawan
9. PT Djohartex, Magelang: 300 karyawan
10. PT Pulomas, Bandung: 100 karyawan
Fenomena PHK massal sektor industri di Indonesia tahun 2024 ini menunjukkan betapa rentannya dunia usaha terhadap perubahan ekonomi dan dinamika pasar. Tidak hanya berdampak pada para pekerja yang kehilangan mata pencaharian, kondisi ini juga memengaruhi stabilitas sosial dan ekonomi secara keseluruhan.

Exit mobile version