Banyuwangi, blok-a.com – Kelangkaan beras medium mulai dirasakan di sejumlah pasar tradisional di Banyuwangi. Kondisi ini diduga dipicu oleh maraknya peredaran beras oplosan yang meresahkan masyarakat, terutama warga kurang mampu yang bergantung pada jenis beras ini untuk kebutuhan pokok sehari-hari.
Hasil pantauan blok-a.com di Pasar Daerah (Pasda) Genteng II, Kecamatan Genteng, menunjukkan bahwa stok beras medium kosong di sejumlah lapak. Salah satu pedagang berinisial S (41) mengaku hanya menjual beras premium karena pabrik langganannya belum mengeluarkan beras medium.
“Untuk sementara ini hanya beras premium saja yang kami jual, karena pabrik langganan saya belum mengeluarkan beras medium,” kata S, Sabtu (19/7/2025).
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai alasan pabrik, S mengaku tidak mengetahui secara pasti. Ia menduga hal ini berkaitan dengan banyaknya inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan akhir-akhir ini.
“Saya kurang paham, mungkin karena banyak sidak kemarin yang jadi penyebabnya,” ujarnya.
Staf Pasda Genteng II, Moh Ali Wafa, mengungkapkan bahwa kelangkaan ini bisa memicu kenaikan harga dan menyulitkan masyarakat, terutama dari kalangan kurang mampu.
“Kami harap pihak-pihak terkait segera mengambil langkah tegas untuk mengatasi masalah ini dan memastikan ketersediaan beras medium di pasar tradisional. Kasihan warga kurang mampu,” tegas Wafa.
Kondisi serupa juga terjadi di Pasda Glenmore, Kecamatan Glenmore. Melalui stafnya, Gunawan, Koordinator Pasda Habibi menjelaskan bahwa warga saat ini beralih ke beras medium lokal hasil panen. Namun, stoknya juga terbatas karena musim panen tidak berlangsung serentak.
“Warga menyiasati kelangkaan beras medium dengan membeli beras lokal hasil panen. Tapi jumlahnya terbatas,” terang Gunawan.
Di wilayah lain, Pasda Jajag, Kecamatan Gambiran, petugas monitoring sembako Nanang Sugianto menyebutkan bahwa stok beras medium sudah hampir habis.
“Stok beras medium di Pasda Jajag dalam kondisi sangat terbatas dan hampir ludes terjual,” ujarnya.
Berikut data harga sembako terkini di Pasda Genteng II per Sabtu (19/7/2025):
- Beras premium: Rp15.000/kg
- Telur ayam ras: Rp27.000/kg
- Gula pasir: Rp17.000/kg
- Minyak premium: Rp22.000/liter
- Minyak merek Sederhana: Rp20.000/liter
- Minyak curah MINYAKKITA: Rp17.500/liter (masih di atas HET)
- Daging sapi: Rp130.000/kg
- Daging ayam potong: Rp30.000/kg
- Daging ayam kampung: Rp90.000/kg
- Cabai merah besar: Rp25.000–30.000/kg
- Cabai rawit: Rp50.000–55.000/kg
- Cabai hijau: Rp38.000–40.000/kg
- Bawang merah: Rp40.000/kg
- Bawang putih: Rp30.000/kg
- Tepung terigu: Rp12.500/kg
- Sayur kobis: Rp8.000/kg
- Buncis: Rp10.000/kg
- Tomat: Rp18.000/kg
- Kentang: Rp15.000/kg
- Wortel: Rp12.000/kg
- Tahu (isi 10 biji): Rp12.000
- Tempe: Rp3.500/batang
(kur/lio)




