Kota Malang, blok-A.com – Pertamina memilih Kota Malang untuk tempat pendaftaran kendaran subsidi tepat BBM.
Pendaftaran ini dipilih di Kota Malang karena wilayahnya dinilai kondusif.
“Ada dua wilayah lainnya, yakni Mojokerto dan Madiun dan Malang ini kami pilih karena wilayahnya dinilai kondusif,” ujar Pjs Area Manager Communication, Relation, CSR Patra Niaga Jatimbalinus, Rusminto Wahyudi saat jumpa pers, Sabtu (16/07/2022).
Rusminto menjelaskan, pendaftaran ini ditujukan kepada pemilik kendaraan roda empat.
Kendaraan ini wajib mendaftar karena berdasarkan data yang dimilikinya, 80 persen subsidi BBM tidak tepat sasaran. Subsidi BMM jenis Solar dan Pertamax ternyata dikonsumsi oleh warga yang dinilai mampu membeli BBM non-subsidi.
“Oleh karena itu kami ingin melakukan penertiban agar tepat sasaran ke depannya,” imbuhnya.
Dia pun menjelaskan, pendaftaran ini bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama bisa secara daring, yakni lewat applikasi MyPertamina atau website pendaftaran.
“Websitenya https://subsiditepat.mypertamina.id dan ini khusus kendaraan roda empat saja,” ujarnya.
Kedua pendaftaran bisa secara luring atau offline. Pertamina menempatkan empat booth pendaftaran di SPBU Kota Malang, yakni Fuel Terminal Malang di Jalan Halmahera Nomor 13 Kecamatan Sukun Kota Malang, SPBU Jalan Raya Tlogomas Kecamatan Lowokwaru, SPBU Jalan Raya Langsep Bareng Kecamatan Klojen, dan SPBU Jalan Terusan Sulfat, Kecamatan Kedungkandang.
Rusminto juga menjelaskan, setelah mendaftar, MyPertamina bukanlah satu-satunya alat pembayaran. Dia menepis rumor beberapa akhir ini, pembayaran dilakukan dengan applikasi tersebut.
“Ini cuma pendaftaran saja memakai MyPertamina dan itu opsi. Kalau pembayaran masih bisa menggunakan cash. Jadi sosialisasi ini juga menepis rumor yang berkembang,” kata dia.
Rusminto juga menjelaskan, sejak 1 Juli 2022 kemarin sudah mulai melakukan masa pendaftaran. Dia mengatakan, untuk di Kota Malang belum dilakukan penerepan dari kebijakan tepat sasaran.
“Ini masih masa registrasi belum applikasinya. Jadi masyarakat tidak perlu melakukan panic buying. Dan ini cuma untuk tepat sasaran saja,” tutupnya. (bob/mg2)




