Korban dan Pelaku Bullying di Kota Malang Berkenalan Lewat Gim Online

Kota Malang, blok-A.com – Ibu korban bullying di Kota Malang ternyata tidak mengenal pelaku yang membully anaknya.

Ibu Korban, Gabriela Putri menjelaskan, pelaku tidak pernah bertemu sebelumnya. Kata Gabriela, anaknya berkenalan melalui gim daring atau game online.

“Jadi anak saya berkenalan lewat game online yaitu mobile legend,” ucapnya.

Gabriela menuturkan bahwa anaknya tidak pernah berinteraksi langsung dengan keempat pelaku tersebut. Ia hanya berinteraksi di game mobile legend.

Sampai suatu ketika, para pelaku sempat menjemput korban (S), untuk diajak keluar, dan mendapatkan perundungan seperti yang ada di video itu. Korban memang jarang sekali keluar rumah, hal itu dibenarkan oleh Gabriela Putri.

“Sempat main kerumah dan diajak keluar. Pas tau ternyata anak saya di bully, saya langsung melapor ke kepolisian. Anak saya itu pulang sekolah, langsung ke kamar main HP, tidak pernah keluar rumah,” ucapnya pada Jum’at (02/09/2022).

“Bahkan salah satu sahabatnya yang main kerumah, itu ikut-ikutan juga membully anak saya, karena takut dengan pelaku lainnya,” tambahnya.

Ketika ditanya wartawan online tentang alasan pelaku membully anaknya, Gabriella tidak bisa menjawab tentang itu.

Dampak yang ditimbulkan dari kasus perundungan ini, sangat terasa bagi ibu korban dan (S). Anaknya selalu cemas dan kebingungan setelah mendapatkan perundungan dari si pelaku.

“Anak saya kan kalau cemas itu bisa mimisan mas, jadi dia sempat ketakutan gitu,” ucapnya pada wartawan.

Eksekusi perundungan itu terjadi di dua tempat yaitu Taman Krida Malang dan salah satu tempat pos kamling. Ibu korban menuturkan bahwa anaknya juga mendapatkan sudutan rokok dan dicekokin minuman beralkohol.

Sebagai informasi, LPA saat ini sudah mendampingi ibu korban bersama anaknya, untuk mendapatkan sebuah keadilan. Pihak LPA sendiri sudah melakukan beberapa tindakan, untuk melindungi dan melanjutkan kasus perundungan itu.

Divisi Anak LPA, Yuning Kartika Sari menuturkan bahwa Lembaga Perlindungan Anak Kota Malang sudah memediasi ibu korban terkait kronologisnya dan juga mendatangai sekolah-sekolah para pelaku bullying tersebut.

“Kami sudah memediasi ibu korban dan tetap mendampingi korban ya. Pada 29 Agustus 2022, kami juga sudah menyusuri sekolah-sekolah para pelaku, meminta pihak sekolah untuk mendampingi murid atas kasus ini,” tuturnya kepada wartawan blok-A.com.

“Insyaallah kami tetap mendampingi korban, kalau perlu menyediakan rumah aman, kami siap menyediakan,” tutupnya.
(mg1/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com