Sumenep, blok-a.com – Miris, pelaksanaan program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep untuk meminimalisir angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Keris ini diduga kandas.
Indikasinya program “Interpreneur dan Kalangan Muda” yang dilaksanakan oleh Disbudporapar dengan anggaran senilai Rp 2,8 miliar pada tahun 2021 lalu itu diduga jadi bancakan.

Hal itu membuat aktivis Gerakan Mahasiswa Ekstra Parlemen (Gempar) Sumenep geram. Mereka akhirnya berunjuk rasa sekitar pukul 09.00 pagi ke Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep pada Senin (15/8/2022).
Korlap aksi, Mohammad Nor mengatakan program dengan anggaran yang cukup fantastis itu terkesan hanya jadi bancakan saja. Indikasinya, sampai hari ini tidak ditemukan output yang tampak dari program tersebut. Program itu patut diduga hanya buang-buang anggaran saja.
“Kami hanya ingin menyampaikan kepada pemerintah di Kabupaten Sumenep. Bahwa tidak ada Masyarakat Sumenep yang merasakan hasil dari program ini,” ujarnya.
Menurutnya, program yang menjanjikan mampu menampung pengangguran untuk wilayah Sumenep itu diduga telah gagal. Pasalnya, saat ini program itu sudah tidak sesuai dengan apa yang menjadi konsep awal. Yakni progam tersebut telah berbalik arah.
“Ritual tadi itu adalah ritual bagaimana Bupati dan Wakil Bupati Sumenep ini bisa sadar. Yakni bahwa program yang dijalankan itu telah beda arah dari yang dicita-citakan bupati dan wakil bupati,” paparnya.
Tak hanya itu, Nor juga mendesak bupati agar mengkroscek kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Agar program yang dilaksanakan itu segera bisa diperbaiki dan hasilnya benar-benar tepat sasaran dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.
“Saya kira anggaran Rp2,8 miliar itu cukup fantastis untuk membina dan melatih masyarakat pemuda dan santri Kabupaten Sumenep untuk mempunyai jiwa Interpreneur,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Disbudporapar Sumenep, Moh. Ikhsan tidak bisa ditemui dengan alasan masih banyak job. “Mohon maaf mas, saya masih banyak job,” ujarnya. (Aldo/Gatut)










Balas
Lihat komentar