KOTA BATU – Jika Anda menghabiskan waktu untuk liburan dan bertemu beragam jenis burung di Eco Green Park, maka Anda berada di tempat yang tepat. Di sana, Anda bisa melihat beragam unggas menarik nan eksotis dari seluruh penjuru dunia, salah satunya adalah Germain peacock pheasant.
Germain peacock pheasant atau burung merak Germain (Polyplectron germaini) merupakan spesies burung merak endemik dari Indocina.
Nama burung ini diambil untuk menghormati nama seorang ahli bedah hewan tentara kolonial asal Prancis, Louis Rodolphe Germain.
Burung Germain peacock pheasant rata-rata memiliki ukuran sedang, tidak sebesar burung-burung merak pada umumnya.
Mereka memiliki panjang sekitar 60 cm dengan warna bulu gelap kecoklatan dengan corak tutul di sayapnya, jambul yang pendek, warna kulit wajah kemerahan, mata berwarna coklat dan ocelli berwarna biru keunguan pada bulu bagian atas, setengah dari dua puluh-an bulu di ekornya.
Tak seperti spesies burung lainnya, kedua jenis kelamin dari Germain peacock pheasant tampak serupa. Namun, Germain peacock pheasant betina biasanya memiliki 18 bulu ekor dan cenderung lebih kecil dari jantan.
Saat musim kawin yang terjadi beberapa bulan sekali dalam setahun, biasanya si Germain peacock pheasant betina bertelur sebanyak dua butir, dengan warna telurnya putih cenderung krem.
Di habitat aslinya, Germain peacock pheasant banyak ditemukan di hutan tropis musiman di bagian tengah-Selatan Vietnam hingga bagian Timur Kamboja. Kini, mereka dapat mudah ditemukan oleh pengunjung di Taman Nasional Cat Tien, atau Eco Green Park di Kota Batu.
Karena hilangnya habitat yang sedang berlangsung dan jangkauan yang terbatas, Germain peacock pheasant dievaluasi sebagai fauna Hampir Terancam dalam Daftar Merah Spesies Terancam Punah IUCN dan terdaftar pada Appendix II CITES.









Balas
Lihat komentar