KOTA BATU – Kasus meninggalnya dua mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Malik Ibrahim Malang masih terus berlanjut. Terbaru ibu dari korban asal Lamongan, M Faisal Lathiful (19) dari Fakultas Syariah Jurusan Hukum Ekonomi Syariah menegaskan pihaknya menerima kematian dari anaknya.
Dengan menggunakan baju berwarna abu-abu, Siti Nurhamimah (42) mendatangi Polres Batu untuk memberikan klarifikasi terkait kasus tersebut. Pihaknya pun meminta untuk menyudahi kasus tersebut.
“Saya sebagai seorang ibu menerima dengan ikhlas dan lapang dada karena ini merupakan kesenangan dari anak kami,” katanya sambil menahan tangis, Sabtu (13/3).
Ibunda dari korban juga mengaku olahraga pencak silat menjadi hobi dari anaknya. Bahkan sudah sejak lama anaknya sering mengikuti kegiatan serupa.
“Ini bukan kali pertama anak saya mengikuti kegiatan ukm pencak silat. Namun memang sudah lama mengikuti kegiatan serupa sebelumnya. Mungkin ini memang takdir dari anak saya,” imbuhnya.
Pihaknya pun juga telah menandatangani untuk permohonan pemberhentian kasus. Dan telah menerima kejadian secara ikhlas.
Sementara Wakil Rektor 3 UIN Maulana Malik Ibrahim, Dr Isroqunajah menyesalkan dengan adanya peristiwa tersebut. Bahkan pihaknya akan tetap menjalin silahturahmi dengan keluarga korban.
“Kami mewakili pimpinan cukup menyesalkan kejadian tersebut. Dan apabila boleh memutarkan waktu, kami tidak ingin peristiwa ini sampai terjadi,” kata Isroqunajah.
Sedangkan Wakapolres Batu, Kompol Suharsono membenarkan bahwa keluarga korban dari Lamongan menyampaikan permohonan agar proses cukup sampai di sini dan menerima ini sebagai musibah.
“Benar keluarga korban dari Lamongan sudah menerima kejadian ini dan meminta untuk dihentikan,” ungkap nya.
Pihaknya pun turut berbelasungkawa dengan adanya kejadian tersebut. Meskipun begitu, hingga kini proses penyidikan masih terus berlanjut. Bahkan sudah ada sekitar 45 saksi yang dimintai keterangan oleh Satreskrim Polres Batu.










Balas
Lihat komentar