KOTA MALANG – Dunia pariwisata Kota Malang suram di tahun 2021 ini. Sudah dihantam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), kini juga ada pelarangan Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia. Praktis potensi wisatawan ke Kota Malang berkurang drastis.
Buktinya Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Ida Ayu Made Wahyuni pun pesimis. Ida pun tidak berani menargetkan kunjungan wisatawan tahun 2021 di Kota Malang.
“Saya gak berani ya menargetkan kunjungan wisatawan di Kota Malang. Sudah PPKM saat ini WNA juga dilarang. Ya ada itu untung saja,” tutur ia.
Meskipun begitu, ada sepercik harapan kata Ida untuk menggaet wisatawan untuk berkunjung ke Kota Malang Tahun 2021 ini. Harapan tersebut berasal dari gelaran Gowesata yang diadakan oleh Wijaya Fun Holiday.
Di acara yang digelar 25 hingga 28 Maret 2021 tersebut diharapkan mampu memperkenalkan wisata kota Malang melalui kegiatan bersepeda ke wisatawan lokal.
“Kan Gowesata ini sport tourism. Saya berpesan ke Gowesata agar nanti ketika berhenti di setiap titik di luar Kota Malang juga mempromosikan wisata-wisata di Kota Malang. Jadi saat ke Banyuwangi contohnya kenalkan lah wisatawan ke tempat-tempat bagus di Kota Malang,” kata ia.
Seperti diketahui Gowesata sendiri akan melibatkan 16 ribu peserta. Rutenya sendiri akan berkeliling ke 240 spot wisata di sejumlah kota besar seperti Malang, Yogyakarta, Lombok, Jakarta, Surabaya, Solo, Bandung, Makassar, Banyuwangi, Denpasar, Semarang, Medan, Bogor, Palembang, Padang, Madiun, dan Ponorogo.
Jika sudah dikenal, ia pun berharap wisatawan lokal bisa menyelamatkan kesuraman dunia pariwisata Kota Malang pada tahun 2021 ini.
“Jadi kami harap banyak wisatawan lokal saja. Sesuai dengan misi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif agar ada kultural exchange. Jadi wisatawan itu lokal semua. yang dari Kota Malang ke daerah lain dan sebaliknya,” tutup ia.










Balas
Lihat komentar