PPKM Kota Malang, Wisata Kampung Tematik Terima Wisatawan Maksimal 30 Persen

Kww
Foto: Instagram @kampung_warna_warni

KOTA MALANG – Forum komunikasi (Forkom) Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Malang menyepakati wisata tetap dibuka saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Dalam pertemuan Forkom Pokdarwis Kota Malang, Minggu (10/1), kegiatan wisata bisa dilakukan dengan dua catatan. Penerapan protokol kesehatan secara ketat dan kunjungan wisatawan dibatasi.

Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang, Isa Wahyudi mengatakan bahwa hal ini bertujuan untuk tetap menggeliatkan pariwisata di kampung-kampung wisata. Apalagi, PPKM Kota Malang digelar selama dua minggu mulai 11 Januari 2021 hingga 25 Januari 2021.

“Kampung tematik akan tetap buka meskipun dengan pembatasan kapasitas. Tetapi kami menyadari bahwa sejak pandemi jumlah pengunjung memang tidak banyak. Apalagi ada PPKM, malah akan berkurang,” ujar Ki Demang, sapaan akrabnya.

Berdasarkan pertemuan tersebut, ia mencatat tingkat kunjungan wisata di anggota Forkom Pokdarwis Kota Malang hanya mencapai 25 sampai 30 persen. Sehingga ada pembatasan atau tidak, penurunan kunjungan tetap terjadi.

Terkait kiat-kiat kampung wisata selama pandemi, lanjut Ki Demang, diserahkan pada Pokdarwis masing-masing. Selain itu kegiatan di masing-masing Pokdarwis, seperti latihan maupun produksi, tetap dilakukan selama PPKM.

“Tiap kampung punya caranya masing-masing. Ada yang memberlakukan tiket per pengunjung, maupun paket wisata, utamanya paket edukasi budaya,” jelasnya.

Ki Demang juga mengatakan ada empat kampung wisata yang menerima kunjungan harian, yakni Kampung Warna-warni, Kampung Tridi, Kampung Biru Arema dan Kayutangan. Di luar itu, kampung wisata menjual paket edukasi. Umumnya kunjungan paket dilakukan oleh pemerintah daerah lain untuk studi banding.

Lebih lanjut, Ia menerangkan kesadaran masyarakat amat penting dalam kegiatan wisata selama pandemi. Baik pelaku wisata di kampung tematik maupun wisatawan wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal tersebut dilakukan mengingat akan ada banyak interaksi antara warga kampung tematik dengan wisatawan.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com