Jombang, blok-a.com – Ribuan pengemudi ojek online (ojol) di Jombang turun ke jalan, Jumat (29/8/2025), sebagai bentuk solidaritas atas meninggalnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang tewas setelah terlindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).
Aksi tersebut diawali dengan konvoi keliling kota, sebelum akhirnya massa berkumpul di depan Mapolres Jombang untuk berorasi di bawah pengawasan ketat aparat kepolisian.
Dalam orasinya, para pengemudi ojol menuntut penegakan hukum yang transparan dan adil. Mereka meminta agar kasus kematian Affan segera diusut tuntas tanpa rekayasa.
“Tuntutannya serentak seluruh Indonesia. Kami meminta ditindak tegas dan diusut tuntas apa yang menimpa rekan kami di Jakarta,” ujar Wisnu (43), koordinator aksi, Jumat (29/8/2025).
Menurut Wisnu, tragedi yang menimpa Affan bukan hanya kabar duka, melainkan pukulan telak bagi seluruh driver ojol di tanah air.
“Kami mengutuk keras tindakan oknum Polri yang melindas teman kami,” tegasnya, disambut teriakan dukungan dari peserta aksi.
Di tengah aksi tersebut, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan turun langsung menemui massa. Ia mengajak para pengemudi ojol melaksanakan salat gaib untuk almarhum Affan Kurniawan di lapangan Mapolres Jombang.
Salat gaib dan doa bersama itu dilaksanakan selepas Magrib, dipimpin KH Nur Hadi atau yang akrab disapa Mbah Bolong, pengasuh Ponpes Falahul Muhibbin, Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Jombang beserta seluruh pejabat utama Polres, Wakil Bupati Jombang KH Salmanudin Yazid (Gus Salman), Dansat Radar 222 Kabuh, Kasdim 0814 Jombang, serta tokoh agama KH M. Hafidz. Ratusan driver ojol juga ikut larut dalam doa bersama.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas insiden yang merenggut nyawa Affan.
“Salat gaib ini adalah bentuk empati dan solidaritas kami. Semoga menjadi doa dan dukungan moril bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.
Ia juga berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, serta menegaskan komitmen Polres Jombang untuk terus menjaga komunikasi baik dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas ojol.
Sementara itu, Wakil Bupati Jombang, KH Salmanudin Yazid, dalam sambutannya menyebut Affan sebagai sosok pejuang.
“Saya yakin Mas Affan husnul khotimah, karena meninggal saat berjuang untuk keluarga. Beliau juga pejuang bagi sesama warga Indonesia,” tandas Gus Salman.
Ratusan driver ojol yang hadir tampak terharu dengan inisiatif doa bersama tersebut. Bagi mereka, acara ini turut menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antara komunitas ojol dan aparat kepolisian di Jombang.
“Ini bentuk kepedulian yang membuat kami merasa tidak sendirian. Semoga perjuangan almarhum Affan mendapat balasan terbaik di sisi Allah,” ungkap salah satu pengemudi ojol yang ikut aksi.(sya/lio)










Balas
Lihat komentar