Kota Malang, blok-a.com – Wisata di Kota Malang tak hanya soal gunung, pantai, atau kuliner. Kota ini juga dikenal dengan kampung-kampung tematiknya yang unik dan penuh warna. Berbagai sudut perkampungan disulap menjadi destinasi wisata kreatif dengan sentuhan seni, sejarah, hingga budaya lokal yang kuat.
Konsep kampung tematik sendiri merupakan upaya pembangunan wilayah berbasis potensi lokal yang dikembangkan secara kreatif. Selain mempercantik kawasan, kampung tematik juga terbukti mampu menggerakkan ekonomi warga.
Akses yang mudah dari pusat kota, harga terjangkau, serta keunikan masing-masing kampung membuat tempat-tempat ini cocok dikunjungi saat liburan panjang, baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.
Berikut lima rekomendasi kampung tematik yang wajib masuk dalam daftar kunjungan liburan Anda di Kota Malang:
—
1. Kampung Heritage Kajoetangan
Menjadi salah satu Kampung tematik yang sering dikunjungi, Heritage ini menyuguhkan suasana khas era kolonial dengan deretan rumah bergaya arsitektur Belanda. Dulu, kawasan ini merupakan pusat bisnis dan permukiman orang-orang Belanda. Hingga kini, sekitar 60 rumah tua masih terawat dengan baik.
Pengunjung bisa menikmati spot foto Instagramable, melihat langsung peninggalan sejarah, hingga bersantai di café atau masjid yang tersedia di area kampung.
Lokasi: Jl. Jenderal Basuki Rachmat Gang VI, Kauman, Klojen, Kota Malang
Jam buka: Senin–Jumat 07.00–19.00 WIB | Sabtu–Minggu 06.00–19.30 WIB
HTM: Rp5.000
—
2. Kampung Budaya Polowijen
Berbeda dengan kampung tematik lainnya, Kampung Budaya Polowijen menjadi satu-satunya kampung yang menonjolkan akar budaya dan sejarah lokal. Kampung ini dipercaya sebagai tempat asal Ken Dedes, dengan situs Sumur Windu dan makam Mbah Reni sebagai peninggalan sejarah.
Pengunjung dapat belajar membatik, membuat topeng Malangan, hingga menyaksikan pertunjukan tari tradisional. Fasilitas yang tersedia cukup lengkap mulai dari homestay, galeri sejarah, perpustakaan, hingga musholla.
Lokasi: Jl. Cakalang, RT 03 RW 02, Polowijen, Blimbing, Kota Malang
Jam buka: Setiap hari, 06.00–21.40 WIB
HTM: Gratis untuk kunjungan individu, Rp10.000/orang untuk rombongan
—
3. Kampung Warna-Warni Jodipan
Dulunya kampung kumuh di tepi Sungai Brantas, Jodipan kini menjelma jadi ikon wisata Kota Malang. Rumah-rumah di kampung ini dicat dengan warna-warna cerah yang memanjakan mata dan memikat para pemburu foto.
Selain spot foto, ada jembatan kaca Ngalam, pemandangan sungai, hingga kesempatan menyaksikan matahari terbit dan terbenam yang menawan.
Lokasi: Jodipan, Blimbing, Kota Malang
Jam buka: Setiap hari, 07.00–17.00 WIB
HTM: Rp5.000
—
4. Kampung Keramik Dinoyo
Bagi penggemar seni dan kerajinan, Kampung Keramik Dinoyo jadi destinasi yang tak boleh dilewatkan. Kampung ini dikenal sebagai sentra keramik sejak 1930, bahkan sebelum Indonesia merdeka.
Di sini, pengunjung bisa melihat berbagai produk keramik, mempelajari proses pembuatannya, hingga membeli cenderamata langsung dari pengrajin.
Lokasi: Jl. MT Haryono, Dinoyo, Lowokwaru, Kota Malang
Jam buka: Menyesuaikan toko
HTM: Gratis
—
5. Kampung Tridi dan Warna-Warni
Selain Jodipan, kawasan ini mencakup Kampung Tridi yang berada di seberangnya, dihubungkan dengan jembatan kaca. Di Kampung Tridi, tembok dan jalanan dipenuhi lukisan 3D yang tampak hidup dan mengesankan.
Kombinasi dua kampung ini menjadikan kawasan Jodipan sebagai salah satu destinasi paling Instagramable di Malang. Bahkan, banyak wisatawan mancanegara yang mengaku takjub melihat langsung keindahannya.
Lokasi: Daerah Aliran Sungai Brantas, Jodipan–Tridi, Kota Malang
Jam buka: Setiap hari, 07.00–17.00 WIB
HTM: Rp5.000
Dengan kekayaan budaya dan kreativitas warga, kampung tematik di Kota Malang terus berkembang menjadi destinasi wisata yang menginspirasi. Jadi, sudah siap menjelajahi kampung tematik saat liburan nanti. (yog/bob)









