Syarat dan Cara Mengikuti Program KB Vasektomi Gratis

Blok-a.com – Vasektomi sebagai metode kontrasepsi pria tengah menjadi sorotan publik setelah munculnya kebijakan yang menjadikannya syarat untuk menerima bantuan sosial (bansos).

Kebijakan ini dibuat oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan ditujukan bagi masyarakat prasejahtera di wilayahnya. Dedi mengungkapkan, dirinya kerap diminta bantuan biaya persalinan yang bisa mencapai Rp 25 juta, terutama untuk anak keempat atau kelima yang lahir melalui operasi caesar.

Menurutnya, perencanaan keluarga penting agar orang tua mampu menanggung biaya kehamilan, kelahiran, dan pendidikan anak.

Namun, kebijakan ini memicu pro dan kontra. Sebagian mendukung karena dinilai bisa menekan angka kelahiran dan kemiskinan, sementara yang lain menolak karena dianggap belum melalui kajian yang matang.

Lantas apa itu vasektomi?

Vasektomi adalah operasi kecil pada pria untuk mencegah kehamilan. Prosedur ini dilakukan dengan cara memotong atau menutup saluran yang membawa sperma dari testis. Setelah vasektomi, sperma tidak lagi keluar bersama air mani saat pria ejakulasi, sehingga tidak bisa membuahi sel telur wanita.

Prosedur ini bersifat permanen dan tidak dapat dibatalkan, sehingga diperlukan pertimbangan yang matang sebelum memutuskan untuk menjalaninya.

Meskipun demikian, vasektomi sangat efektif dalam mencegah kehamilan dan tidak memengaruhi hormon atau gairah seksual pria. Selain itu, efek samping jangka panjangnya sangat jarang terjadi.

Namun, sperma tidak langsung hilang dari air mani setelah operasi. Diperlukan waktu sekitar dua hingga empat bulan sampai air mani benar-benar bebas dari sperma. Selama masa ini, pasien perlu kontrol rutin ke dokter untuk memastikan vasektomi sudah berhasil sepenuhnya sebagai alat kontrasepsi.

Syarat Vasektomi

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji, menjelaskan syarat untuk mengikuti prosedur vasektomi.

“Syaratnya sederhana, umurnya minimal 35 tahun, anaknya minimal dua, dan yang tidak kalah penting harus mendapat persetujuan istri,” kata Wihaji dalam video di Instagram resmi Kemendugbangga.

Menanggapi usulan Dedi Mulyadi terkait vasektomi sebagai syarat bansos, Wihaji menyampaikan apresiasinya dan berharap akan ada tindak lanjut.

“Terimakasih pak KDM, semoga nanti ada tindak lanjutnya dan kita juga support, walaupun ini pembiayaannya agak mahal, tapi semoga nanti bisa didiskusikan,” pungkasnya.

Cara Mengikuti Program Vasektomi Gratis

Vasektomi dapat dilakukan di berbagai rumah sakit, namun pemerintah juga secara rutin menyelenggarakan program vasektomi gratis melalui BKKBN di sejumlah daerah.

Untuk mengetahui jadwal dan lokasi program tersebut, masyarakat disarankan memantau akun Instagram resmi BKKBN di @kemendukbangga_bkkbn. Di sana biasanya terdapat informasi lengkap mengenai waktu, tempat, dan jenis layanan kontrasepsi yang tersedia.

Pada Mei 2025, BKKBN mengadakan program pelayanan KB serentak yang mencakup semua metode kontrasepsi. Program ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (HUT IBI) ke-74.

Pelayanan tersedia mulai 5 hingga 31 Mei 2025 di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) dan fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi bidan atau penyuluh KB di wilayah masing-masing. (hen)

 

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com