Tangkapan Nelayan di Malang Turun, Harga Ikan Laut Merangkak Naik

Nelayan Sendangbiru, Kecamatan Sumbermanjing Wetang, Kabupaten Malang mengambil hasil tangkapan (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Nelayan Sendangbiru, Kecamatan Sumbermanjing Wetang, Kabupaten Malang mengambil hasil tangkapan (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Imbas cuaca buruk sejak akhir tahun 2024 hingga saat ini, menyebabkan hasil tangkapan nelayan menurun drastis.

Kondisi ini tentunya berdampak pada pendapatan nelayan dan penjual ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sedangbiru, Kabupaten Malang terjun payung.

Dilansir dari Website resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Perak, peringatan dini terhadap gelombang tinggi 1,25 hingga 2 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan.

Diantaranya yakni, perairan Bawean sisi utara dan selatan, Masalembo, perairan Tuban, Lamongan, Gersik bagian utara, Bangkalan.

Kemudian, Sampang, Pamekasan, Sumenep bagian utara, hingga Malang, Jember dan Lumajang. Sementara itu, tinggi gelombang mencapai 2,5 meter hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di perairan Banyuwangi.

Salah satu nelayan di Perairan Malang, tepatnya di Pantai Sendangbiru, Kabupaten Malang, Imam Nur Hamid menerangkan, bahwa cuaca buruk telah ia rasakan sejak November 2024 lalu. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan hasil tangkapan ikan yang cukup drastis.

“Sekarang cuaca di Sendangbiru lagi memburuk, lagi musim badai, karena angin dan gelombang. Hasil ikan menurun, biasanya delapan hingga 10 ton. Sekarang menipis, paling banyak hanya 1 ton,” kata Imam kepada awakmedia belum lama ini.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Surahman, nelayan asal Kecamatan Sumbermajing Wetan ini mengaku, penghasilannya menurun drastis karena gelombang laut yang tinggi.

“Kalau gelombang pasang tidak terlalu tinggi, kita masih melaut, biasanya kita mendapatkan ikan satu ton lebih. Tapi saat ini hanya mendapatkan dua sampai tiga kuintal saja,” imbuhnya.

Terpisah, salah satu pedagang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sendangbiru, Beni Adi mengungkapkan, harga ikan saat ini tengah melonjak tinggi. Kenaikan harga hampir menyeluruh di setiap jenis ikan.

Salah satunya yakni ikan tuna, kenaikannya mencapi Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per kilogram dibandingkan cuaca normal.

“Ikan tuna sekarang Rp25 ribu dari harga awal Rp 20 ribu per kilogram. Kalau sirip kuning itu biasanya Rp 25 ribu, sekarang Rp 35 ribu per kilogram. Itu sudah mulai sebelum tahun baru,” beber Beni.

Kenaikan harga ikan membuat kondisi TPI Sendangbiru sepi pembeli jika hari biasa. Kondisi ini bahkan membuat pendapatannya hingga 70 persen.

“Sekarang sepi. Kalau ramai kemarin tanggal merah saat Isra Miraj dan Imlek itu ramai, habis itu sepi lagi. Kalau pendapatan itu turun kurang lebih 70 persen,” ujarnya.

Hingga saat ini, cuaca buruk belum dapat diprediksi akan terjadi hingga kapan. Namun, ia berharap, cuaca dapat segera membaik agar para nelayan dapat kembali berlayar dan mendapatkan hasil tangkapan ikan yang berlimpah.

“Kalau cuaca memang sulit diprediksi, tapi nelayan tau kapan bisa berlayar atau tidak. Semoga segara membaik, agar harga ikan kembali stabil,” pungkasnya. (ptu/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com