Sepinya Kampung Tridi Malang, Dulu Viral Kini Hanya 5 Pengunjung per Hari

Sepinya Kampung Tridi Malang, Dulu Viral Kini Hanya 5 Pengunjung per Hari
Sepinya Kampung Tridi Malang, Dulu Viral Kini Hanya 5 Pengunjung per Hari

Kota Malang, blok-a.com – Kampung Tridi di Malang, yang terkenal dengan lukisan tiga dimensi uniknya, sempat menjadi daya tarik wisatawan lokal dan mancanegara. Namun kini pengunjung ke kampung ini alami penurunan.

Kampung ini berlokasi di Jalan Temenggungan Ledok. Kampung ini menawarkan seni lukisan tiga dimensi yang memukau dan pemandangan Sungai Brantas, sebagai salah satu ikon pariwisata kreatif di Malang.

Tahun 2016 saat masih viral-viralnya pengunjung di kampung ini membludak. Bahkan untuk jalan saja harus berdempet-dempetan di kampung yang sempit. Namun sekarang pemandangan itu tidak ditemukan. Suasana pun lengang di sepanjang kampung itu.

Hal ini dikatakan oleh salah satu penjaga kampung Tridi, Alfan, Selasa (28/1/2025).

“Saat ini, jumlah pengunjung Kampung Tridi ini telah menurun, dengan penurunan sekitar 90 persen dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” kata dia.

Alfan selaku petugas juga menyampaikan, Kampung Tridi ini dibentuk pada 2016, berawal dari kreativitas anak-anak muda di sini yang melukis di tembok. Mereka menggambar-gambar di tembok rumah warga dengan kreativitas. Tak berselang lama, ada pengunjung datang dan ramai. Akhirnya ada sponsor perusahaan cat masuk, hingga akhirnya rumah seluruh warga dicat dan digambar.

Alfan menjelaskan, penurunan pengunjung di Kampung Tridi ini kemungkinan disebabkan cat di rumah-rumah dan tembok warga memudar. Daya tariknya untuk wisatawan berkunjung pun ikut memudar.

“Setiap harinya, jumlah pengunjung yang datang sekitar antara 4 hingga 5 orang”, kata dia.

Sementara itu, sejumlah warga di sini berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk membantu mengecat ulang kampung ini. Sebab, sejumlah ibu rumah tangga di sini sempat bekerja dan bergantung hidup dengan membuat gantungan kunci. Dengan sepinya kampung ini penjualan gantungan kunci pun ikut sepi.

Padahal untuk ke kampung ini cukup murah. Tiket masuknya hanya Rp 5 ribu dan parkir kendaraan untuk roda dua Rp 2 ribu sementara roda empat Rp 5 ribu. Kampung ini sendiri buka dari pukul 07.00 sampai pukul 17.00.

“Tiket masuk Kampung Tridi hanya Rp 5.000. Sementara parkir kendaraan roda dua Rp 2.000 dan parkir kendaraan roda empat Rp 5.000, dengan fasilitas yang ditawarkan Kampung Tridi cukup lengkap untuk pengunjung, ada toilet, musala, parkir kendaraan, dan warung makan ringan”, imbuhnya.

Dia juga menjelaskan, meskipun sepi, warga tetap mempertahankan kebersihan di lingkungan Kampung Tridi. Setiap seminggu sekali diadakan kerja bakti bersama masyarakat setempat.

“Kami berharap ke depannya bisa menjadi lebih maju, dan lebih baik lagi terutama dalam hal pengecatan dan perbaikan”, tutupnya.

Penulis : Mahasiswa Magang Unitri Akroman

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com