Strategi Petahana Sanusi Gaet Suara Milenial di Pilbup: Nggak Umbar Janji, Tapi Diskusi

Kampanye Calon Bupati Malang Hm Sanusi
Sanusi saat berkampanye di Kecamatan Dau, Selasa (6/9) - Foto: Bob Bimantara

KABUPATEN MALANG – Calon Bupati Malang petahana, H.M Sanusi membedakan strategi kampanye kepada warga berusia boomer (30 tahun keatas) dengan milenial (18-30 tahun). Dalam kampanye road shown-ya ia selalu menyempatkan waktu untuk berkampanye khusus dengan kaum milenial.

Jika biasanya kampanye berisi orasi dan jani-janji, pada Pilbup Malang 2020. Sanusi dan tim suksesnya justru membuka sesi dialog bersama milenial di setiap kecamatan Kabupaten Malang.

“Sisi dialogis ini kami memang khususkan kepada milenial. Karena mereka ini idenya masih segar-segar dan perlu kami dengar dan bisa dijadikan program,” kata Sanusi saat berkampanye di Kecamatan Dau, Selasa (6/9).

Sanusi juga mencontohkan contoh ide segar itu adalah perkembangan lahan produktif sebagai tempat pariwisata.

“Tadi idenya cukup bagus yang kami serap. Sawah di Kabupaten Malang ini banyak tapi produktifitasnya ya begitu saja kurang. Kalau dibuat sawah sekaligus tempat pariwisata seperti Cafe Sawah Pujon omsetnya bisa berkali lipat. Itu yang akan kami realisasikan di RPMJD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) jika terpilih,” beber Politikus PDIP itu.

Sementara untuk warga generasi boomer, Sanusi lebih memilih untuk mendengar keluh kesah mereka. Contohnya terkait jalanan yang rusak atau sulitnya mencari pupuk bersubdi.

“Dan kalau yang tua-tua atau bukan milenial ini kan kadang sudah punya masalah. Kami dengar dan akan kami segera lakukan sebagai janji politik yang kami masukan ke RPMJD jika kami terpilih lagi,” tutupnya.

Sebagai informasi, Sanusi sendiri berpasangan dengan Didik Gatot Subroto sebagai Calon Wakil Bupati Malang di koalisi Malang Makmur. Malang Makmur sendiri diusung oleh enam partai, yaitu PDIP, Nasdem, Golkar, Gerindra, Demokrat, dan PPP.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com