“Pilihan”. Satu kata tapi cukup menyita pikiran, jiwa dan rasa. Tiap kali dihadapkan pada sebuah pilihan, terkadang kita membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menimbangnya. Alasannya terkesan klasik, biar tidak salah pilih. Tapi kenapa terkadang waktu yang dibutuhkan untuk menimbang cukup lama ?. Bisa hitungan jam, hari, bulan, bahkan tahun.
Bukankah hidup adalah pilihan ?? Setiap langkah yang akan kita jalani pasti bersifat pilihan. Semua itu akan membuat dilematis!!
Dilema saat kita dihadapkan pada pilihan, ketika kita harus memutuskan sesuatu dengan bijak, yang keputusan itu akan menentukan langkah kita ke depan.
“Kita tak akan pernah benar-benar tahu apakah keputusan yang kita ambil berada pada posisi benar atau salah, sampai kita benar-benar telah memutuskan. Yang perlu kita yakini, saat kita memutuskan sesuatu, terlepas keputusan itu benar atau salah, berarti kita telah sukses melewati satu tahap kehidupan.
Di saat kita dihadapkan terhadap sebuah pilihan maka pasti banyak orang yang akan bilang jangan mengejar sesuatu yang belum pasti, tapi disitulah letak masalahnya. Jika sukses itu belum pasti, maka gagal juga belum pasti.
Pilihan akan mempunyai konsekuensi, berhasil atau gagal. Kegagalan seperti bayangan gelap yang menakutkan, seandainya kita berpikir gagal itu apa ? Kegagalan itu adalah keadaan dimana manusia terbentur oleh kekurangannya dan dihadapkan oleh dua pilihan : Berhenti atau Coba lagi.
Sebenarnya ada yang lebih jauh menakutkan dari kegagalan ? jawabnya adalah Ketidaktahuan. Tidak tahu akan selalu jadi pemenang di saat kita harus memilih antara berusaha atau menyerah.
Kebaikan dan keburukan yang ada setelah keputusan adalah konsekwensi dari sebuah keputusan. Maka yang perlu dilakukan sebelum memutuskan, cari informasi sebanyak-banyaknya, pertimbangkan baik-buruknya, sholat istikhoroh dan mohon petunjuk dari Allah. Lalu, putuskan dan serahkan kejadian selanjutnya pada Allah”.
Sebuah pilihan pasti akan menyita waktu untuk berpikir menentukan pilihan tersebut. Pilihan butuh pemikiran yang matang, karena dengan mengambil sebuah pilihan berarti kita pun harus mengambilnya ‘satu paket’ bersama resiko-resikonya untuk memperjuangkan apa yang telah menjadi pilihan kita.
Dan mari kita memilih untuk berhenti diam, mulai mencoba. Gagal tak apa apa, karena belum pasti juga gagalnya.










Balas
Lihat komentar