blok-a.com – Tim SAR Indonesia telah berangkat ke Turki untuk membantu proses evakuasi dan pencarian korban gempa M 7,8 yang mengguncang wilayah tersebut pada Senin (6/2/2023) lalu.
Direktur Perlindungan WNI dan BHI kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Judha Nugraha mengatakan, pemerintah Indonesia mengirim tim penyelamat Medium Urban Search and Rescue/MUSAR berjumlah 47 personel. Serta tim medis Emergency Medical Team (EMT) berjumlah 105 personel.
Judha menuturkan, pengiriman kedua tim ke Turki merupakan permintaan pemerintah setempat.
Ia menyampaikan, sebelumnya pemerintah Turki telah mengirimkan nota diplomatik terkait permintaan bantuan tersebut.
Sedangkan untuk Suriah, pihaknya akan mengirim bantuan logistik, menyesuaikan kebutuhan yang diperlukan saat ini.
“(Pemerintah Ankara) meminta dua tim tersebut yaitu EMT dan MUSAR. Dan ke Suriah permintaan mereka lebih kepada logistik yang itu juga sudah kita fasilitasi,” tutur dia.
Dua pesawat militer dengan lebih dari 50 staf dan 24 ton bantuan tersebut telah diberangkatkan dari pangkalan angkatan udara Halim Perdanakusuma di Jakarta, hari ini Sabtu (11/2/2023).
Kapusdalops BNPB, Bambang Surya Putra mengatakan, tim SAR Indonesia akan melakukan operasi penyelamatan di sekitar wilayah Hatay.
“Tugas kita di gelombang pertama ini bekerja sama dengan tim SAR di Turki. Tim ini akan mendapatkan tugas SAR di sekitar wilayah Hatay untuk mencari korban di gedung-gedung yang roboh,” kata Bambang kepada wartawan.
Sebelumnya, Ketua Umum Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla, juga telah menyerahkan bantuan untuk korban gempa di Turki berupa uang tunai 100 ribu Dollar Amerika Serikat atau setara Rp 1,5 M.
Jusuf Kalla menyerahkan langsung bantuan korban gempa turki kepada Duta Besar Turki untuk Indonesia, Ahmet Cemil Miroglu.
Bantuan uang tunai merupakan bantuan tahap pertama dari Palang Merah Indonesia. PMI juga mengirimkan 5 tenaga medis ke Turki, terdiri dari dokter dan perawat.
Korban tewas akibat gempa Turki-Suriah telah mencapai 24.000.
PBB menekankan, sedikitnya 870.000 orang di kedua negara tersebut sangat membutuhkan makanan. (lio)










Balas
Lihat komentar