Banyuwangi blok-a.com – Pemilu 2024 mendatang, DPC PDI Penjuangan Banyuwangi targetkan 20 kursi dan ciptakan hattrick, hal itu diungkapkan
Ketua DPC DPC PDI Penjuangan Banyuwangi, I Made Cahyana Negara saat menutup Pendidikan Kader Pratama, Minggu (30/10/2022) siang.
Pendidikan Kader Pratama, dihadiri Wakabid Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Penjuangan Jawa Timur, Dr. Ir. Daniel Rohi, M.Eng.,Sc diikuti puluhan puluhan kader PDI Penjuangan bertempat diMargo Utomo Hill View Resort, Kalibaru – Banyuwangi berjalan cukup kondusif
I Made Cahyana Negara menegaskan kepada peserta pendidikan Kader Pratama harus mampu menjadi menjadi tokoh dilingkungan masing,-masing dan tahu peta politik.
“Untuk membesarkan PDI Penjuangan, kader harus paham peta politik, dan menjadi tokoh di lingkungannya. Bagaimana PDI Penjuangan bisa besar kalau kadernya tidak paham peta politik,” tegas Made sapaan akrab I Made Cahyana Negara dihadapan peserta Pendidikan Kader Pratama.
Made mengungkapkan, pada Pemilu 2024 mendatang DPC PDI Penjuangan Banyuwangi menargetkan 20 kursi, dan bisa menciptakan hattrick. Agar bisa Manang dan menciptakan hattrick tergantung dari kader PDI Penjuangan semua, terutama kepada kader yang mengikuti pendidikan kader pratama ini.
“Pada pemilu 2019 lalu kita memperoleh 12 kursi, dan pemilu 2024 nanti kita menargetkan 20 kursi. Agar target ini terpenuhi perlu kerja keras seluruh kader,” ujar Made yang juga Ketua DPRD Banyuwangi ini.
Made berharap kepada peserta yang mengikuti pendidikan ini untuk kerja keras agar bisa memenangkan Pemilu 2024.
“Apa yang diperoleh dalam pendidikan selama tiga hari ini bisa diterapkan dan dijalankan dilingkungan masing-masing, setidaknya bisa menjadi tokoh di lingkungannya,” harap Made.
Ditempat yang sama, Wakabid Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Penjuangan Jatim, Daniel Rohi mengatakan masyarakat yang bisa dikatakan kader PDI Penjuangan itu syaratnya harus lulus pendidikan kader.
Menurutnya, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk menyandang predikat kader PDI Penjuangan.
“Kalau belum lulus pendidikan Kader Pratama itu namanya simpatisan, masih belum menyandang predikat kader PDI Penjuangan,” kata Daniel Rohi.
Orang yang memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) kata Daniel masih belum bisa dikatakan kader jika belum mengikuti pendidikan dan dinyatakan lulus.
“Syarat menjadi kader PDI Penjuangan itu mengikuti pendidikan kader pratama dan dinyatakan lulus, baru bisa dikatakan kader PDI Penjuangan,” tandasnya. (Aras Sugiarto)










Balas