Kota Malang, blok-A.com – Ratusan Aremania menunjukan rasa dukanya atas tragedi Kanjuruhan dengan menyalakan lilin di belakang Stadion Gajayana, Minggu (2/10/2022).
Dalam tragedi Kanjuruhan, saudaranya, teman atau tetangganya ada yang meninggal. Hingga korban jiwa yang meninggal sekitar 131 jiwa.
Ratusan Aremania itu pun memanjatkan doa bersama di bekas stadion kandang Arema itu. Suasana khusyuk dan khidmat terhampar di halaman belakang Stadion Gajayana malam ini, Minggu (2/10/2022).
Sejumlah lagu dinyanyikan besama oleh ratusan Aremania. Paduan suara tersebut pun bercampur isak tangis dan diwarnai air mata ratusan Aremania kala menyanyikan lagu berjudul Damai-Damai dan Salam Satu Jiwa.
“Kami Arema Salam Satu Jiwa, Di Indonesia kan selalu ada selalu bersama untuk kemenangan kami Arema,” nyanyi ratusan Aremania dengan haru.
Perwakilan Aremania, Ambon Fanda mengatakan, malam ini adalah malam yang akan dikenang Aremania selamanya. Malam ini menandai teman, saudaranya, dan sahabatnya yang meninggal di tragedi Kanjuruhan sudah tenang di tribun barunya.
“”Ini dalam masa duka. Kita hidupkan lilin bersama untuk mereka yang sudah pulang ke Rahmatullah,” ujar Ambon, Minggu (2/10/2022).
Fanda tak bisa menerima korban-korban berjatuhan di tragedi Kanjuruhan itu. Sebab, teman, saudara hingga sahabatnya sesama Aremania meninggal di depan mata sendiri. Fanda pun tak kuasa menahan tangisnya saat mengingat tragedi kelam itu.
“Ratusan orang dibunuh didepan mata ribuan orang. Masak satu tersangka aja satu hari gak bisa ditangkap. Gak masuk akal ini,” tegasnya.
Ia membandingkan dengan kejadian suporter di Peru. Jika di Peru ratusan suporter mati akibat tembok pembatas roboh. Di tragedi Kanjuruhan Malang ini, menurut Ambon, seperti halnya pembantaian.
“Indonesia ini pembantaian. Gimana gak dibantai, ditembaki gas air mata, tapi pintu ditutup. Gimana gak banyak orang mati, banyak anak kecil juga,” ungkapnya.
Ambon merasa sangat terpukul dengan adanya kejadian ini. Ini adalah peristiwa yang tak bakal ia lupakan seumur hidupnya.
“Kalau gak terpukul gak mungkin ada aksi ini. Saya alhamdulilah juga buka bantuan hukum melalui media sosial pribadi saya. Bersama-sama dengan yang lain. Kita akan mencari keadilan seadil-adilnya,” tegasnya.
Sementara itu, hadir juga The Jakmania Ngalam untuk ikut memanjatkan doa dan menyalakan lilin sebagai tanda penghormatan kepada ratusan Aremania yang tumbang di laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) dengan skor akhir kalah 2-3.
Salah satu perwakilan The Jakmania Ngalam, Hadi Cucas merasa terpukul atas insiden yang terjadi. Jika Aremania menangis, The Jakmania lebih menangis lagi melihat peristiwa ini.
“Dengan adanya kejadian ini kami istilahnya kalau Aremania nangis, gak kami lebih nangis. Kami sudah tinggal disini juga lama. Artinya apa yang mereka rasakan, kamu sangat rasakan,” tuturnya.
Terlebih, melihat angka korban yang tak main-main. Akhirnya, The Jakmania Ngalam pun inisiatif ikut terjun dan berpartisipasi untuk mengawal peristiwa ini.
“Mudah-mudahan gak bertambah terus. Ini gas air mata ke Tribun, sangat kami sesalkan. Makanya semua suporter pasti kecewa dengan ini,” pungkasnya. (bob)










Balas
Lihat komentar