Jember, blok-a.com – Kesadaran warga Desa Jubung untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 semakin meningkat. Walaupun perkembangan kasus Covid-19 selama beberapa waktu terakhir ini terus melandai.
Hal ini terbukti dengan banyaknya warga yang datang dan sempat membuat tenaga kesehatan kehabisan spet injeksi. Saat Badan Intelejen Negara (BIN) Daerah Jawa Timur bekerjasama dengan Pemdes Jubung serta Puskesmas Sukorambi, untuk melakukan vaksinasi booster, Senin (12/9/2022).

Kepala Desa Jubung Bhisma Perdana menyampaikan, pelaksanaan vaksinasi sempat terhenti, sehingga pihaknya masih menunggu spet injeksi yang sedang dikirim dari PKM Sukorambi.
“Iya ini tadi petugas sampai kehabisan Spet injeksi (jarum suntik), kalau vaksinnya banyak. Ini masih nunggu kiriman Spet injeksi,” ujar Bhisma yang pernah menjadi ketua KNPI Jember ini.
Kades Jubung ini mengaku senang, karena warganya sangat antusias mengikuti kegiatan vaksinasi booster. Ia berpendapat banyaknya warga yang mengikuti vaksin ini, tidak lepas dari meningkatnya kesadaran warga Jubung untuk mengikuti suntik vaksin primer dan booster.
“Alhamdulillah jumlah warga kami yang mau vaksin booster cukup banyak. Kami mengapresiasinya, hal ini menunjukkan jika kesadaran warga untuk mempertebal imun dengan vaksin cukup tinggi, dan tidak terpengaruh dengan kondisi covid-19 yang sudah melandai,” tuturnya.
Persyaratan vaksin dosis ketiga (booster) yang menjadi syarat perjalanan semua moda transportasi umum juga menjadi salah satu faktor antusiasme warga ikuti vaksinasi.
“Warga desa kami memang banyak yang beraktifitas di luar kota, maupun keluar negeri seperti umroh. Namun ada diantara mereka yang sengaja vaksin tanpa ada niatan untuk pergi ke luar kota terus ikut vaksin booster. Tapi karena mereka memang terketuk untuk ikut vaksin,” ujarnya.
Tidak hanya Warga sekitar, vaksinasi ini juga diikuti puluhan siswa dari SMK 5 Jubung yang sekolahnya berada tak jauh dari balai desa. Akan tetapi hanya beberapa orang siswa saja yang dilayani karena rata-rata mereka masih di bawah umur. Karena program vaksinasi booster diperbolehkan untuk diberikan kepada masyarakat berusia 18 tahun ke atas.
“Iya saya mau vaksin karena mau magang, mumpung ada vaksin di balai desa kami kesini. Tapi kata petugas tadi, karena umur saya masih 17 tahun akhirnya tidak bisa vaksin booster, ya akhirnya ini mau kembali ke sekolah saja,” kata Putra salah seorang siswa yang gagal mengikuti vaksinasi booster. (Anggun)










Balas
Lihat komentar